Seleksi CPNS, Nilai Tinggi Tak Lolos, Nilai Rendah Malah Lolos, Ini Dalih Kemenkeu

Seleksi CPNS, Nilai Tinggi Tak Lolos, Nilai Rendah Malah Lolos, Ini Dalih Kemenkeu
Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto. (inilah.com)
Kamis, 02 November 2017 14:52 WIB
JAKARTA - Pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengumumkan hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa hari lalu. Warganet mempertanyakan hasil yang diumumkan tersebut, sebab ada yang nilainya tinggi tidak lolos. Sebaliknya, ada yang nilainya lebih rendah, malah lolos.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto mengungkapkan, pengumuman hasil seleksi memang diurutkan berdasarkan abjad dan lokasi dimana peserta bersangkutan ikut tes.

Dari situ, juga terlihat formasi jabatan berdasarkan kualifikasi pelamar. Dia menerangkan, di setiap formasi jabatan yang dibutuhkan ada kualifikasinya.

Misalnya, untuk jabatan analis berkas sengketa. Ada tiga kualifikasi pelamar yang dibutuhkan, yakni S1 akuntansi 10 orang, S1 hukum 5 orang dan S1 perpustakaan 1 orang.

Sesuai dengan formulasi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), yang lolos untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar dikalikan tiga.

''Jadi akuntansi (yang dibutuhkan) 10 dikalikan 3, sedangkan hukum butuh 5 kali 3 dan perpustakaan butuh 1 kali 3 yang diluluskan,'' jelas dia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Dalam penetapan SKD ini, lanjut Hadiyanto, dilihat dari jumlah passing gradenya. Kalau yang melamar sebagai analis tadi dari akutansi ada 30 orang yang ikut, jurusan hukum ada 5 orang sementara yang dari jurusan perpustakaan hanya 3 orang.

Oleh karena itulah, tidak menutup kemungkinan peserta dengan jurusan perpustakaan yang nilainya lebih tinggi tidak lolos sementara yang jurusan akuntansi dengan nilai lebih rendah lolos seleksi SKD.

''Ini banyak dipertanyakan seolah-olah ada peserta yang passing grade-nya lebih tinggi tapi tidak lulus.Sedangkan si A(yang nilainya lebih rendah) lulus. Ini banyak dipertanyakan,'' jelasnya.

Dia menerangkan, baiknya peserta melihat hasil seleksi berdasarkan kluster yakni formasi jabatan dan kualifikasi jurusan. Seperti formasi analis berkas sengketa.

''Kalau dilihat per kluster contohnya seperti akuntansi hukum dan perpustakaan tadi. Kalau dilihat dari kluster sangat konsisten dengan nilai tertinggi sampai jatah 30 untuk jurusan akuntansi. Lebih dari 30 tidak bisa lulus. Begitu juga dengan hukum yang jatah kuotanya hanya ada 5 maka yang lolos hanya 15,'' ujarnya.

Dengan begitu,masih kata Hadiyanto, akan lebih jelas bagi para peserta yang salah paham mengenai hasil pengumuman seleksi ini.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww