Diduga Merusak Barang Bukti, 2 Penyidik Dikembalikan KPK, Ini Tanggapan Polri

Diduga Merusak Barang Bukti, 2 Penyidik Dikembalikan KPK, Ini Tanggapan Polri
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. (inilah.com)
Selasa, 31 Oktober 2017 15:13 WIB
JAKARTA - Dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berasal dari Polri berinisial RR dan H, dikembalikan ke Polri. KPK mengembalikan keduanya karena diduga telah melakukan pelanggaran serius, yakni merusak barang bukti.

Terkait hal itu, Mabes Polri melalui Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan akan mendalami dulu perkara yang menimpa dua anggotanya yang ditugaskan di KPK. Polri akan mencari tahu informasi yang sebenarnya.

''Nanti didalami lagi ya. Nanti kita dalami lagi karena itukan kita belum tahu informasi sebenarnya, apakah itu betul barang bukti atau bukan,'' ujar Setyo.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pihak KPK.

Dia hanya mengetahui bahwa dua anggotanya dikembalikan oleh KPK karena masa kerjanya sudah habis.

''Kita kan belum terima penjelasan resmi, seperti apa yang disampaikan oleh KPK. Kalau kita baca, teman-teman media menulis pernyataan Pak Komisioner KPK, kan itu sudah habis masa dinasnya maka dikembalikan. Bagi Polri, dua perwira tersebut menjadi perhatian kita. Tentang info yang beredar tentu kita akan kroscek ke yang bersangkutan. Kita akan dalami,'' tambahnya.

Sebelumnya, dua penyidik KPK yang berasal dari Polri dikembalikan ke Mabes Polri. Keduanya diduga terlibat dalam perusakan barang bukti.

Dua penyidik yang dikembalikan tersebut berinisial RR dan H. Pengembalian dua penyidik itu ke Polri tertuang dalam Keputusan Pimpinan KPK nomor 1252 tahun 2017.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjawab isu tersebut dengan menerangkan dua penyidik yang dikembalikan ke Mabes Polri sudah diperiksa secara internal. Pemeriksaan terkait dengan adanya isu perusakan barang bukti.

''Kalau itu sedang dalam proses kemudian ada permintaan dari sana, jadi ada pemeriksaan di PI (pemeriksaan internal di KPK). Kemudian pada waktu teman-teman diperiksa kemudian pada waktu tengah diperiksa itu ada permintaan, dan kalau Anda lihat hasilnya juga paling berat dikembalikan,'' kata Agus.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww