Kebiasaan Mengerikan Kim Jong Un Diungkap Gadis Korut, Jadikan Banyak Siswi SMA Budak Seks dan . . . .

Kebiasaan Mengerikan Kim Jong Un Diungkap Gadis Korut, Jadikan Banyak Siswi SMA Budak Seks dan . . . .
Hee Yeon Lim. (dream)
Senin, 25 September 2017 12:07 WIB
SEOUL - Hee Yeon Lim (26 tahun), mengungkapkan berbagai kebiasaan mengerikan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Hee Yeon yang membelot ke Korea Selatan, merupakan putri anggota militer senior Korut.

Hee Yeon Lim yang mengubah nama aslinya dengan alasan keamanan, mengatakan, Kim adalah sosok penguasa paranoid yang kejam. Menurut dia, Kim dapat menghabisi orang-orang kepercayaan di lingkaran kekuasaannya, bahkan anggota keluarganya sendiri.

Kisah Hee Yeon ini diceritakan dalam sebuah wawancara dengan Mirror hanya beberapa hari setelah Kim menguji coba nuklir yang kekuatannya sepuluh kali bom Hiroshima. Wawancara tersebut dilakukan di sebuah lokasi rahasia di Seoul, Korea Selatan (Korsel).

Hee Yeon menceritakan kebijakan Kim yang memaksa rakyat dan elit kelas atas di Pyongyang untuk menyaksikan hukuman mati mengerikan. Menurut dia, Kim mencuci otak warga dengan menyebut Korut mampu menakut-nakuti Amerika Serikat.

Hee Yeon juga menyebut Kim memiliki ratusan tempat persembunyian rahasia mewah di seluruh Korut. Keberadaan tempat persembunyian itu menyulitkan mata-mata Barat untuk mengetahui posisinya.

Memperbudak Siswi

Yang mengerikan, menurut Hee Yeon, Kim dituding menjalankan perbudakan seks, meski telah memiliki istri cantik Ri Sol-ju dan tiga orang anak. Gadis-gadis yang menjadi budak seks Kim merupakan pelajar-pelajar sekolah menengah atas di negara tersebut.

''Saya dibesarkan agar melihat dia seperti Tuhan. Pejabat datang ke sekolah kami dan memilih gadis remaja untuk bekerja di salah satu dari ratusan tempat persembunyian di sekitar Pyongyang,'' ucap Hee Yeon.

Gaya hidup Kim, kata dia, juga berbanding terbalik dengan kehidupan rakyatnya.

''Gaya hidup Kim sangat mewah. Dia makan siang mewah senilai 1.000 poundsterling (sekitar Rp18 juta), sementara rakyatnya harus makan rumput," ujar Hee Yeon.

Hee Yeon melarikan diri dari Pyongyang, tempat dia dibesarkan, pada 2015 dan sampai di Seoul, Korsel tahun lalu.

Kisah Hidup Hee Yeon

Dia melarikan diri dengan ibu dan adiknya setelah ayahnya, Kolonel Wui Yeon Lim, seorang anggota senior Tentara Rakyat Korea, meninggal pada usia 51 tahun. Hee Yeon sadar dia telah meninggalkan kehidupan yang cukup istimewa di Pyongyang berkat pangkat ayahnya di militer.

Selain rumah tiga kamar, keluarga Hee Yeon diberi jatah kendaraan jenis SUV merek China, lengkap dengan sopir pribadi. Setiap hari, Hee Yeon akan diantar dan dijemput sekolah dengan mobil dinas tersebut.

''Saya punya teman seperti anak-anak lain. Tapi kami tahu sejak usia dini untuk tidak pernah mempertanyakan pemimpin saat itu, Kim Jong Il, termasuk anaknya, Kim Jong Un,'' ucap dia.

Hingga dia besar, Hee Yeon menganggap itu normal. Tetapi, meski memiliki kehidupan sosial yang 'normal' di Pyongyang, Hee Yeon merasa selalu ada teror.

3. Menyaksikan Eksekusi

Dia menyaksikan eksekusi terhadap 11 musisi Korut yang dituduh membuat video porno. Kata dia, eksekusi tersebut dilakukan sesaat setelah Kim menggantikan ayahnya Kim Jong Il.

''Ada sekitar 10.000 orang yang diperintahkan untuk menonton hari itu dan saya berdiri 200 kaki dari para korban ini. Sebuah senapan anti-udara ditembakkan, suaranya memekakkan telinga dan benar-benar mengerikan.

''Para musisi itu tumbang setiap kali senjata itu ditembakkan. Tubuh mereka meledak, hancur total. Darah dan bagian tubuh terbang ke mana-mana. Setelah itu tank-tank militer bergerak masuk dan melindas mayat-mayat mereka hingga rata dengan tanah,'' Hee Yeon menceritakan.

Setelah menyaksikan eksekusi mengerikan itu, Hee Yeon mengaku sakit. Dia sampai tidak bisa makan selama tiga hari karena merasakan mual.

Hee Yeon mengatakan pilihan politik Kim mengancam perang dengan Amerika Serikat karena terpojok.

''Dia takut rezimnya akan berakhir dan tidak punya pilihan lain. Dia berusaha terlihat kuat di mata lawannya. Rakyat mendukungnya karena takut dan terpaksa. Mereka akan mati jika tidak mendukung Kim,'' kata Hee Yeon.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww