Dipermalukan Guru Saat Menstruasi, Siswi 12 Tahun Nekat Bunuh Diri

Dipermalukan Guru Saat Menstruasi, Siswi 12 Tahun Nekat Bunuh Diri
(merdeka.com)
Jum'at, 01 September 2017 16:45 WIB
NEW DELHI - Kisah memilukan terjadi di Negara Bagian Tamil Nadu, India. Seorang gadis berusia 12 tahun nekat bunuh diri setelah dipermalukan guru di depan teman-temannya saat menstruasi (haid/datang bulan).

Dilansir laman The Guardian, Jumat (1/9), Orang tua siswi itu berencana memperkarakan ulah guru itu, dan polisi sedang mengusut kasusnya.

Menurut penuturan ibu mendiang yang dirahasiakan identitasnya, anaknya mengalami menstruasi dan menyebabkan pakaiannya ternoda oleh bercak darah.

Beberapa teman perempuannya melihat hal itu dan memberi tahu. Namun, gurunya yang seorang perempuan ternyata membawa anak itu ke depan kelas.

''Guru itu sepertinya tidak peduli kalau ada pelajar lelaki di dalam kelas. Dia meminta anak saya mengangkat roknya, dan memasangkan kain lap sebagai pembalut,'' kata ibu mendiang.

Pada Senin lalu, siswi itu bunuh diri tak jauh dari rumahnya dan meninggalkan catatan. Di dalam suratnya, anak perempuan itu menyatakan kalau gurunya mengejeknya. Namun, dia tidak merinci maksudnya.

Kedua orang tuanya itu sangat terpukul. Sang ibu mengaku justru mendapat runutan kejadian itu berdasarkan pengakuan teman-teman putrinya.

Menstruasi yang merupakan siklus alamiah tubuh dialami oleh kaum perempuan justru dianggap tabu di India.

Kaum perempuan dianggap kotor dan tidak suci ketika datang bulan, serta dilarang datang ke kuil, bahkan dilarang memasak atau memakan makanan tertentu.

Hal itu juga kerap menjadi bahan lelucon ketika diketahui banyak orang. Hal itu membikin sulit ketika anak perempuan mengalami pubertas mulai menstruasi. Sebab di sekolah mereka tidak menyediakan tempat khusus buat membuang pembalut di toilet. Maka dari itu banyak siswi memilih tinggal di rumah ketika datang bulan.

''Sekolah juga enggak pernah memberikan pembalut gratis. Hal ini menjadi pertanyaan mesti dijawab pihak-pihak terkait,'' kata petugas perlindungan anak, Dev Anand.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww