Ribuan Tawon Ngamuk, Sengat 6 Orang dan 3 Ayam Sampai Mati, Petugas Pemadam pun Terbirit-birit Saat Evakuasi

Ribuan Tawon Ngamuk, Sengat 6 Orang dan 3 Ayam Sampai Mati, Petugas Pemadam pun Terbirit-birit Saat Evakuasi
Petugas Pemadam Kebakaran saat mengevakuasi sarang tawon.
Senin, 12 Desember 2016 20:21 WIB
MALANG - Ribuan tawon mengamuk saat akan dievakuasi dari sangkarnya. Akibatnya puluhan warga dan petugas Pemadam Kebakaran melarikan diri demi menghindari sengatan lebah ganas tersebut.

Informasi yang dihimpun, ribuan lebah (tawon ndas) sejak 2 bulan terakhir bersarang di pekarangan belakang rumah Maryatun, warga Dusun/Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah. Sarang tawon tersebut bahkan sudah menyamai karung beras berukuran besar.

Menurut Maryatun, sebelum mengamuk hari ini, sudah ada 6 warga yang menjadi korban sengatan tawon. Bahkan akibat sengatan tersebut ada seorang warga pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Para korban rata-rata mengalami demam tinggi dan nyeri di sekujur tubuhnya.

"Awalnya saya mau bakar sampah, pas ambil korek malah dikejar. Saya lari dan terjatuh tersengat di leher. Saya langsung minta dibawa ke rumah sakit. Sakit sekali, rasanya enggak karuan, enggak kuat saya," ujar Maryatun.

Selain dirinya, kelima korban lain yakni, Ahmadi (53), Yuwono (38), Sarbini (36), Juhandi(41) dan Wagiyono (44). Selain korban warga, keganasan tawon tersebut juga menyengat tiga ekor ayam dewasa hingga tewas.

Karena membuat resah dan memakan korban, warga dibantu petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten dan Kepolisian mengevakuasi sarang tawon ke tempat lain. Namun evakuasi menemui kendala hingga akhirnya ribuan tawon tersebut mengamuk.

Puluhan warga berlarian mencari tempat aman. Beruntung para petugas PMK yang mengenakan seragam pelindung bisa mengevakuasi ribuan tawon tersebut dengan menggunakan kain selimut.

"Ini sarang tawon terbesar yang pernah kami evakuasi. Karung beras saja nggak muat ini, kita pakai selimut besar yang dikasih resleting biar sarangnya bisa masuk," ujar petugas PMK, Tri Hatmoko.

Ia menjelaskan, upaya evakuasi terpaksa dilakukan dengan menghancurkan sarang dengan penyemprotan air PMK. Setelah tawon tak berdaya kemudian dimasukkan ke kantong buatan. Kantong buatan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam air.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww