Oalah... Ambil Uang Istri Siri, Anggota Polresta Dilaporkan ke Polisi

Oalah... Ambil Uang Istri Siri, Anggota Polresta Dilaporkan ke Polisi
ilustrasi
Jum'at, 11 November 2016 23:40 WIB
SURAKARTA - Seorang polisi anggota Satuan Sabhara Polresta Surakarta, Bripda BS (22) dilaporkan ke kepolisian karena diduga melakukan pencurian uang milik Rani (24), warga Mojosongo Jebres Solo.

Rani mengaku, polisi tersebut sebelumnya memang pacarnya sejak masih sekolah SMA. Rani dan BS berniat akan menikah setelah selesai pendidikan polisi pada 2015.

Namun, kata Rani, dia membohongi dirinya dan justru meminjam kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta meminta PIN miliknya untuk melakukan transaksi.

"Uang saya di buku tabungan senilai Rp 6,5 juta habis diambil oleh BS dan dia lebih menyakitkan lagi mengirimkan foto bersama tunangannya wanita asal Lampung," kata Rani seperti dilansir Antara, Jumat (11/11/2016).

Rani menceritakan, dirinya berkenalan dengan BS yang masih sama-sama duduk di bangku sekolah SMA, kemudian melakukan pernikahan siri pada 2009 dan hidup bersama serumah.

"BS itu, kemudian berjanji ingin menikahi saya setelah selesai pendidikan polisi pada 2015. Namun, dia justru sering dengan wanita lain, dan kirim kabar sudah bertunangan dengan wanita asal Lampung itu," jelas Rani.

Rani mengatakan BS yang pernah meminjam uangnya, tetapi dia, hingga sekarang belum mengembalikan. BS justru tidak memiliki itikad baik, sehingga korban melaporkannya ke Satuan Reskrim Polresta Surakarta tindak pidana pencurian.

"Saya melaporkan BS melakukan pencurian ke polisi pada September 2016, karena telah menguras habis uang tabungan saya melalui ATM," katanya.

Oleh karena itu, korban meminta agar penyidik Polresta Surakarta segera menindaklanjuti laporan dugaan kasus pencurian yang dilakukan oleh BS tersebut.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Surakarta Kompol Saprodin, membenarkan saat dikonfirmasi soal laporan seorang warga tersebut.

Pihaknya sedang mempelajari laporan dugaan pencurian dengan terlapor anggota Sabara Polresta Surakarta itu.

"Kami menindaklanjuti laporan warga itu, dan masih dalam tahap penyelidikan," kata Saprodin.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww