Kenali 4 Jenis Insomnia, Anda Termasuk yang Mana?

Kenali 4 Jenis Insomnia, Anda Termasuk yang Mana?
ilustrasi
Kamis, 10 November 2016 00:13 WIB
INSOMNIA merupakan gangguan tidur yang paling umum ditemukan di sekitar kita. Kondisi insomnia ini bisa terjadi pada pria dan wanita namun lebih sering terjadi pada wanita usia menopause dan lansia.

Menurut dokter dari Klinik Gangguan Tidur RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Astuti, insomnia merupakan kondisi ketika seseorang ingin tidur namun tidak bisa tidur. Astuti juga memaparkan, insomnia bukan hanya terdiri dari satu melainkan empat jenis yakni:

1. Kesulitan masuk tidur

Kondisi ini terjadi ketika seseorang sudah merebahkan diri di kasur namun tak kunjung tidur. "Kondisinya itu sudah rebahan di kasur. Namun dua hingga tiga jam masih klimpang-klimpung di tempat tidur," kata Astuti kepada wartawan dalam acara yang diselenggarakan Sanofi Indonesia di Jakarta pada Jumat (18/10/2016).

2. Mudah masuk tidur namun sering terbangun

"Sesudah rebahan, ia sering terbangun. Namun bukan untuk buang air kecil itu termasuk insomnia," tutur wanita lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

3. Mudah tidur namun cepat bangun

Seseorang dewasa tidur sekitar 6-8 jam. Namun beberapa jam tidur lalu ia terbangun dan tidak bisa tidur lagi itu bisa masuk insomnia. "Misalnya dia sudah tidur jam 9 malam, lalu jam 12, jam 1 bangun. Coba tidur lagi tidak bisa hingga pagi," kata Astuti,

4. Tidur cukup namun merasa lelah saat bangun

Orang yang sudah tidur cukup di malam hari, namun saat bangun masih merasa lelah dan tidak segar itu juga termasuk insomnia.

Bisa saja insomnia itu terjadi secara akut dan kronis. Insomnia akut itu bersifat sementara dan hilang timbul. Misalnya disebabtkan tingkat stres, hiruk pikuk lingkugnan sekitar, perubahan lingkungan, jet lag.

"Misalnya seorang wartawan bekerja di luar kota di tempat baru, ya dia akan kesulitan mengalami tidur," kata Astuti menerangkan contoh insomnia kronis.

Sementara itu, insomnia kronis terjadi dalam jangka waktu panjang. Ada banyak faktor penyebanya seperti kesehatan, kesehatan jiwa, dan gaya hidup.

"Jika insomnia akut bisa sembuh sendiri tanpa diobati. Namun, insomnia kronis perlu mendapat bantuan dokter," kata Astuti lagi.

Insomnia membuat orang tersebut jadi mudah marah, sensitif, kehilangan konsentrasi, prestasi menurun. Bahkan juga bisa menyebabkan aneka masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Astuti menyarankan untuk segera memeriksakan ke dokter bila memiliki insomnia. "Semakin cepat diatasi, semakin baik, biayanya juga jauh lebih murah dibanding sudah parah," tandasnya.(lpc)

loading...
Editor:wawan k
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww