Sampai September, Kinerja Ekspor Sumbar Turun 10,68%

Sampai September, Kinerja Ekspor Sumbar Turun 10,68%
ilustrasi
Selasa, 18 Oktober 2016 12:18 WIB
PADANG - Kinerja ekspor Sumatra Barat sampai September 2016 masih memburuk dengan mengalami penurunan 10,68% dibandingkan periode Januari-September tahun lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatatkan, hingga September, total nilai ekspor Sumbar mencapai US$ 1,20 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan nilai ekspor sebesar US$1,34 miliar.

Kepala BPS Sumbar Dody Herlando menilai belum pulihnya harga komoditas di pasar global menjadi penyebab, terpuruknya kinerja ekspor daerah itu. Apalagi 90% ekspor Sumbar didominasi komoditas sawit dan karet.

“Ekspor untuk periode September 2016 sebesar US$ 161 juta, naik 1,19% dari bulan Agustus yang mencapai US$ 159 juta,” katanya, Senin (17/10/2016).

Lebih lanjut, dia mengatakan angka ekspor periode September tahun ini juga naik 12,51% dari angka ekspor bulan September tahun lalu.

Meski begitu, secara komulatif periode Januari-September, nilai ekspor itu mengalami penurunan sebesar 10,68%.

Adapun, kontribusi ekspor Sumbar masih didominasi cruid palm oil (CPO) yang berkontribusi hingga 69,19% terhadap total ekspor. CPO masih turun 10,38% jika dibandingkan periode kumulatif tahun lalu.

Begitu juga untuk komoditas karet, turun 10,87% dari tahun lalu sebesar US$ 282 juta menjadi hanya US$ 251 juta. Karet dan produk turunannya menyumbang 20,94% terhadap total ekspor daerah itu.

Sedangkan negara tujuan ekspor Sumbar antara lain India, Amerika Serikat, Singapura, China, Brasil, Polandia, Inggris, Bangladesh, Malaysia, dan Jepang. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bisnis.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww