Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Politik
22 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
23 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
Politik
22 jam yang lalu
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
21 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
6
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik Dalam Sidang Tahunan MPR
Politik
20 jam yang lalu
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik Dalam Sidang Tahunan MPR
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Catat Tanggal dan Jamnya, 23 Februari-3 April Terjadi Hari Tanpa Bayangan di 34 Provinsi di Indonesia

Catat Tanggal dan Jamnya, 23 Februari-3 April Terjadi Hari Tanpa Bayangan di 34 Provinsi di Indonesia
Fenomena hari tanpa bayangan. (liputan6.com)
Sabtu, 22 Februari 2020 12:01 WIB
JAKARTA - Fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di 34 provinsi di Indonesia pada Maret 2020 mendatang. Bagi Anda yang ingin melihat fenomena alam tersebut, sebaiknya mencatat tanggal dan jam kejadiannya.

Dikutip dari kompas.com, Deputi Bidang Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Muhammad Sadly mengatakan, hari tanpa bayangan atau kulminasi atau transit atau istiwa', merupakan fenomena alam ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut kulminasi utara.

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zeni.

Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang' atau 'tanpa bayangan', karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Dari keterangan resmi BMKG, hari tanpa bayangan ini terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi yang tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

Sehingga, posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 LU - 23,5 LS.

''Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari,'' kata dia.

Pada tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2020 pukul 10.50 WIB dan 22 September 2020 pukul 20.31 WIB.

Adapun pada 23 Juni 2020 pukul 04.44 WIB, matahari berada di titik balik Utara dan pada 21 Desember 2020 pukul 17.02 WIB matahari berada di titik balik selatan.

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

''Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang kota tersebut,'' ujar dia.

Berikut daftar kota di 34 provinsi beserta tanggal dan jam hari tanpa bayangan (kulminasi utama) terjadi:

1. Banda Aceh, 3 April 2020, pukul 12.41 WIB

2. Medan, 29 Maret 2020, pukul 12.29 WIB

3. Padang, 18 Maret 2020, pukul 12.26 WIB

4. Pekanbaru, 21 Maret 2020, pukul 12.21 WIB

5. Tanjungpinang, 22 Maret 2020, pukul 12.09 WIB

6. Bengkulu, 10 Maret 2020, pukul 12.21 WIB

7. Jambi, 16 Maret 2020, pukul 12.14 WIB

8. Palembang, 12 Maret 2020, pukul 12.10 WIB

9. Bandar Lampung, 6 Maret 2020, pukul 12.10 WIB

10. Serang, 4 Maret 2020, pukul 12.07 WIB

11. Pangkal Pinang, 15 Maret 2020, pukul 12.04 WIB

12. Jakarta Pusat, 4 Maret 2020, pukul 12.04 WIB

13. Bandung, 2 Maret 2020, pukul 12.01 WIB

14. Semarang, 2 Maret 2020, pukul 11.50 WIB

15. Yogyakarta, 29 Februari 2020, pukul 11.51 WIB

16. Surabaya, 1 Maret 2020, pukul 11.41 WIB

17. Pontianak, 20 Maret 2020, pukul 11.50 WIB

18. Banjarmasin, 12 Maret 2020, pukul 12.31 WITA

19. Palangkaraya, 14 Maret 2020, pukul 11.33 WITA

20. Samarinda, 19 Maret 2020, pukul 12.19 WITA

21. Tanjung Selor, 27 Maret 2020, pukul 12.15 WITA

22. Denpasar, 27 Februari 2020, pukul 12.32 WITA

23. Mataram, 27 Februari 2020, pukul 12.28 WITA

24. Kupang, 23 Februari 2020, pukul 11.59 WITA

25. Mamuju, 13 Maret 2020, pukul 12.13 WITA

26. Makassar, 7 Maret 2020, pukul 12.13 WITA

27. Palu, 18 Maret 2020, pukul 12.08 WITA

28. Kendari, 10 Maret 2020, pukul 12.00 WITA

29. Manado, 24 Maret 2020, pukul 11.46 WITA

30. Gorontalo, 21 Maret 2020, pukul 11.54 WITA

31. Sofifi, 22 Maret 2020, pukul 12.36 WIT

32. Ambon, 11 Maret 2020, pukul 12.37 WIT

33. Manokwari, 18 Maret 2020, pukul 12.11 WIT

34. Jayapura, 14 Maret 2020, pukul 11.46 WIT. ***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Ragam

Loading...
www www