Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
9 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
24 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
3
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
9 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
4
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
24 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
5
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Peristiwa
9 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
6
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Politik
10 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Ketika Rahib Yahudi Mencium Tanda Kenabian di Antara Pundak Nabi Muhammad

Ketika Rahib Yahudi Mencium Tanda Kenabian di Antara Pundak Nabi Muhammad
Pohon Sahabi yang disebut saksi kenabian Nabi Muhammad SAW yang masih hidup hiidup hingga saat ini. (republika.co.id)
Jum'at, 24 Januari 2020 06:37 WIB
SAAT remaja, Nabi Muhammad sering diajak pamannya, Abu Thalib, berdagang ke Bushra, wilayah antara Syam dengan Hijaz. Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW selalu dipayungi awan.

Fenomena awan menaungi Nabi Muhammad itu, menakjubkan seorang rahib Yahudi bernama Buhaira. Buhaira pun mengatakan melihat tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad.

Dikutip dari republika.co.id, dalam Ensiklopedi Islam disebutkan, kata Buhaira/Bahira berasal dari bahasa Arab yang berarti terpilih. Jadi, nama itu sebenarnya adalah gelar baginya, sedangkan nama baptisnya adalah Segeus atau Gergeus.

Dalam kesusasteraan Byzantium disebutkan, Buhaira adalah seorang rahib Yahudi beraliran Nastur. Dia menganut ajaran Arius dan Nustur, di mana sekte ini tidak menerima doktrin ketuhanan Yesus bahkan pantang menyebut Yesus sebagai Tuhan. Sekte ini percaya, baik itu Yesus maupun Maryam adalah manusia yang merupakan perwujudan dari kalimat luhur.

Dalam kitab Sirah Nabawiyyah karya Muhammad Ridha dijelaskan, Buhaira dikenal sebagai seorang pendeta yang menguasai ilmu falak dan perbintangan. 

Dia membangun biaranya di pinggir jalan utama menuju ke Syam dan selalu tinggal di dalamnya. Dia tinggal di sana khususnya pada musim lewat para pelancong dan kafilah dagang. Kemudian dia menyerukan kepada mereka untuk tidak menyembah berhala dan hanya mengesakan Allah. 

Buhaira juga memiliki seorang murid setia bernama Mudzhib. Di kemudian hari, Mudzhib ini pun menjadi guru dari Salman al-Farisi sebelum dia masuk Islam. 

Ketika bertemu dengan Rasulullah di Bushra, Buhaira melihat fenomena alam yang tak biasa yang mengikuti Muhammad. Awan bergerak memayungi ke manapun langkah Muhammad berarah. Lalu Buhaira menghampiri Rasulullah dan memeriksa sekujur tubuhnya.

Buhaira kemudian menemukan tanda kenabian itu di pundak Beliau. Yakni di antara kedua pundaknya, dan lalu Buhaira mencium antara kedua pundaknya. Buhaira pun berpesan pada, paman Nabi—Abu Thalib yang kala itu membawa Rasulullah untuk berdagang—untuk menjaga keponakannya itu. Sebab, keponakan Abu Thalib itu dikatakannya bukanlah orang biasa. 

Di kemudian hari, Muhdzib pun berkata bahwa Buhaira gurunya mati di tangan orang Yahudi yang jahat. Buhaira terbunuh sebagai korban kelicikan beberapa orang Yahudi tersebut. ***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www