Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
12 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
12 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
5 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
4
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
4 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
5
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
9 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
6
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
4 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Loading...
Home >  Artikel >  Ragam

Rasulullah SAW Tertawa Saat Dengar Pengakuan Orang Paling Miskin

Rasulullah SAW Tertawa Saat Dengar Pengakuan Orang Paling Miskin
Makam Nabi Muhammad SAW. (republika.co.id)
Senin, 20 Januari 2020 08:44 WIB
PADA suatu ketika, seorang pria datang menemui Nabi Muhammad SAW. Di hadapan Rasulullah, pria itu berkata, ''Celaka aku. Aku bersetubuh dengan istriku pada siang hari Ramadhan.''

''Jika begitu, bebaskan hamba sahaya,'' sabda Nabi Muhammad.

''Aku tidak sanggup,'' jawab orang itu.

''Jika tidak bisa, berpuasalah selama dua bulan berturut-turut,'' kata Nabi.

''Aku juga tidak bisa,'' kata orang itu.

Saat itu, ada seorang sahabat yang datang membawakan sekeranjang kurma untuk Nabi. Setelah beliau menerimanya, beliau bertanya, ''Di mana orang yang bertanya tadi?''

''Saya di sini, Rasulullah,'' katanya.

''Sedekahkanlah ini,'' kata Nabi.

''Aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin dariku?'' tanyanya.

''Demi Allah di sini tidak ada keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku,'' sambung orang tersebut.

Mendengar hal itu, Nabi tertawa hingga geraham beliau terlihat.

Dikutip dari republika.co.id, Syekh Abdul Aziz Asy-Syinawi dalam bukunya yang berjudul Saat-Saat Berkesan Bersama Rasulullah menjelaskan, Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang juga memerlukan makanan, minuman, tidur, tertawa, sedih, dan seterusnya.

Nabi pernah bersabda, ''Tertawa itu ada dua macam, tertawa yang disenangi Allah dan tertawa yang dibenci Allah. Yang disenangi Allah adalah tertawa seorang lelaki kepada saudaranya (teman sesama Muslim) karena sangat rindu bertemu. Sedangkan tertawa yang dimurkai Allah adalah jika seseorang mengucapkan kalimat yang tidak benar atau batil agar ia atau orang lain tertawa, padahal ucapannya itu membuatnya dilemparkan ke dalam neraka jahanam tujuh puluh tahun.'' (hadis mursal).

Nabi juga pernah bersabda, ''Tertawa terbahak-bahak itu dari setan. Sedang tersenyum adalah dari Allah.'' (HR Thabrani)

Dalam Alquran surat Annajm (53) ayat 43, dijelaskan bahwasanya tertawa dan menangis adalah fitrah yang Allah SWT anugerahkan pada manusia. Rasulullah SAW pun meyebutkan bahwa membuat orang lain senang dapat disebut sebagai kebajikan, ''Senyummu untuk saudaramu adalah kebajikan (sedekah).'' (HR Imam Ahmad).***

Editor : hasan b
Sumber : republika.co.id
Kategori : Ragam

Loading...
www www