Satu Keluarga Diusir Saat Berteduh di Pos Polisi, Kapolsek Sebut Sudah Saling Memaafkan

Satu Keluarga Diusir Saat Berteduh di Pos Polisi, Kapolsek Sebut Sudah Saling Memaafkan
Foto-foto pertemuan polisi dengan satu keluarga yang diusir saat berteduh di pos polisi. (kompas.com)
Selasa, 24 Desember 2019 19:51 WIB
SURABAYA - Satu keluarga diusir oknum polisi saat berteduh di pos pengamanan (Pospam) polisi di Jalan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. Kejadian tersebut viral di media sosial Facebook pada Sabtu (21/12/2019), setelah diunggah pemilik akun Facebook Kojin Tok.

Dikutip dari kompas.com, Kapolsek Bubutan, Surabaya, AKP Ari Galang Saputro, menyebut kabar viral tentang pengusiran satu keluarga oleh polisi saat sedang berteduh di Pospam polisi di Jalan Bubutan, Surabaya itu sudah selesai.

Kedua belah pihak sudah bertemu, saling mengklarifikasi dan saling meminta maaf.

''Anggota dan pihak keluarga yang dimaksud sudah saya pertemukan dan sudah saling memaafkan,'' kata AKP Ari Galang Saputro, dikonfirmasi Selasa (24/12/2019) siang.

Kata dia, apa yang terjadi antara anggotanya dan keluarga pemilik akun Facebook Kojin Tok hanyalah sebuah salah paham atau miskomunikasi.

''Saat itu pospam sedang bocor, anggota kami minta yang bersangkutan pindah tempat berteduh. Kami sudah minta maaf dan intinya sama-sama minta maaf karena salah paham,'' terangnya.

Foto-foto pertemuan antara polisi dengan keluarga pemilik akun Facebook Kojin Tok diunggah oleh pemilik akun Facebook Rul Ruly Hidayat pada Minggu (22/12/2019) pukul 20.51 WIB.

Akun Facebook tersebut juga mengunggah video pendek pemilik akun Kojin Tok mengucapkan permintaan maaf dan menyebut masalah tersebut sudah selesai.

''Kejadian kemarin sudah klir, dan tidak ada masalah apapun. Kita sama-sama minta maaf,'' kata pria yang mengaku pemilik akun Kojin Tok.

Pengunggah foto dan video mengunggah status tulisan, ''Gerak Cepat Anggota Humas Polrestabes Surabaya Bersama Kapolsek Bubutan Untuk Menyelesaikan Kesalah fahaman yang sempat viral di medsos,Sudah saling minta Maaf atas Kesalah Fahaman yang Terjadi''.

Sebuah narasi yang menyebutkan satu keluarga diusir oleh petugas kepolisian di Surabaya, Jawa Timur saat sedang berteduh di pos pengamanan (pospam) polisi viral di media sosial Facebook pada Sabtu (21/12/2019).

Unggahan tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Kojin Tok. Dalam unggahannya, Kojin Tok menuliskan sebagai berikut:

''Numpang tanya lor, tadi sy d perjalanan kena hujan, sedang kan ank sy msh kecil, tpi d pos penjagaan sini ada polisi sy d srh masuk karna ada anak sy yg msh kecil, trs polisi itu pergi, stlh agak lama, ada polisi ini datang bawa mobil patroli. Dan sy lngsng d usir suruh pergi dlm keadaan hujan, ank sy msh kecil. apakah itu pantas kah seorng polisi kyk gitu. Kata nya mengayomi dan melindungi masyarakat. Posisi, d depan BG junctian. Bubutan sby''.

Unggahan tersebut pada Selasa siang sudah tidak lagi nampak di akun Facebook Kojin Tok. Sementara itu, hingga Selasa (24/12/2019) sore, KOMPAS.com belum berhasil mengkonfirmasi pemilik akun Facebook Kojin Tok.

Mengonfirmasi hal tersebut, Kompas.com menghubungi Ps Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya Ipda Umam.

Ia mengatakan, narasi yang menyebutkan terdapat anggota polisi yang mengusir satu keluarga ketika sedang berteduh tersebut tidaklah benar.

Namun, ia membenarkan bahwa ada dua anggota polisi yang mendatangi pos pengamanan (pospam) tersebut.

''Itu lokasinya di pos pengamanan BG Junction wilayah Polsek Bubutan, dan terjadi kemarin Sabtu,'' kata Umam saat dihubungi Kompas.com (22/12/2019).

Kedua anggota itu imbuhnya, datang ke pos PAM tersebut tidak berniat mengusir keluarga yang sedang berteduh itu, melainkan untuk memperbaiki atap yang bocor.

Tahap penyelidikan

Adapun dua anggota polisi tersebut adalah Aipda Sony dan Brigadir Hengky yang berasal dari Polsek Bubutan.

Ia juga mengatakan bahwa hal itu sesuai dari foto yang sudah tersebar yakni kedua anggota tersebut tengah melihat ke atap yang bocor.

''Saat ini, kami masih dalam tahap penyelidikan untuk melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan,'' ujarnya.

Kepada masyarakat, ia berpesan bahwa media sosial bukan tempatnya untuk mem-bully terhadap suatu kejadian yang belum tentu kebenarannya.

Selain itu, ia pun meminta kepada masyarakat Surabaya khususnya untuk menjaga kotanya dan pantang akan berita bohong.

''Mari berpikir jernih dan tidak terpancing dengan hal postingan yang merugikan korps kami,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompos.com
Kategori:Ragam
wwwwww