Orang Berkulit Cerah Berisiko Terserang Kanker Kulit Mematikan, Ini 5 Penyebabnya

Orang Berkulit Cerah Berisiko Terserang Kanker Kulit Mematikan, Ini 5 Penyebabnya
Adara Taista dan Rasyid Rajasa. (tribunnews)
Selasa, 22 Mei 2018 10:32 WIB
JAKARTA - Adara Taista (27) meninggal dunia di Rumah Sakit Memorial Tokyo, Sabtu (19/5/2018) sekitar pukul 13.38 waktu Tokyo atau 11.38 WIB. Sebelum wafat, istri putra Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa itu telah berjuang melawan penyakit melanoma yang diidapnya.

Dikutip dari dream.co.id, melanoma adalah jenis kanker kulit paling berbahaya yang berkembang dengan gangguan sel (melanosit) yang memproduksi melanin - pigmen yang menentukan warna kulit.

Kanker kulit dapat dipicu dari gaya hidup yang dijalani seseorang di keseharian. Lalu apa saja penyebabnya?

1. Menyerang Orang Berkulit Cerah

Orang yang kulitnya cerah biasanya memiliki pigmen yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan seseorang memiliki perlindungan lebih kecil dari radiasi UV.

Menurut National Cancer Society, orang kulit putih atau orang kaukasus memiliki risiko 30 kali lebih tinggi terserang melanoma dibandingkan orang kulit hitam atau orang yang memiliki darah Afrika.

2. Terlalu Sering Menggunakan Ponsel

Kebiasaan ini memang tak bisa lepas dari sebagian orang di era milenial.

Sebuah penelitian menyebutkan terlalu sering menggunakan ponsel dan membiarkannya dekat dengan tubuh kita akan menyebabkan kanker kulit. Gelombang frekuensi radio yang dipancarkan dari ponsel dapat memicu pertumbuhan sel kanker di kulit.

3. Menggunakan Make-up Berlebihan

Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa menggunakan produk perias setiap hari dapat memicu kanker kulit. Hal ini karena adanya bahan kimia di produk tertentu.

4. Daerah Tempat Tinggal

Tak hanya di iklim topis, ternyata orang yang tinggal di daerah pegunungan memiliki risiko kanker kulit.

Mereka yang tinggal di pegunungan jarang terkena paparan sinar UV dan menyebabkan sel-sel kulit menjadi rusak. Rusaknya sel kulit ini juga bisa menimbulkan kanker kulit.

5. Sering Melakukan perjalanan dengan Pesawat

Bagi pilot atau pramugari memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk terkena kanker kulit.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of California, San Fransisco 2014 menyebuktan bahwa semakin sering kamu berada di atas ketingian kuang lebih 914 meter dari atas permukaan air laut bisa meningkatkan 15% terkena radiasi sinar UV.

Gejala Munculnya

Berikut ini bebarapa hal yang mengindikasikan munculnya gejala melanoma

1. Munculnya Tahi Lalat

Seringkali tumor melanoma dimulai dari tahi lalat yan sudah atau atau dari suatu jaringan yang mirip tahi lalat.

Orang-orang dengan tahi lalat lebih dari 50 memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kanker kulit. Salah satu tanda dari tahi lalat yang merupakan melanoma adalah bentuknya yang asimetris, batas tahi lalat yang tidak rapi, warna yang berbeda-beda, dan memiliki ukuran yang besar.

2. Peradangan di Sekitar Tahi Lalat

Sel-sel kanker kulit biasanya akan memicu peradangan di sekitar tahi lalat. Peradangan ini akan ditandai dengan kemerahan yang mirip dengan iritasi kulit. Namun bedanya kondisi ini akan cenderung memburuk setiap hari.

3. Kulit Sensitif

Ketika seseorang dinyatakan mengalami kanker kulit, biasanya dokter memeriksa tanda-tanda perkembangan sel abnormal. Misalnya seperti gatal terus menerus, rasa sakit saat disentuh, dan iritasi.

Cara Pencegahan

Sebenarnya cukup mudah untuk mencegah terjadinya kanker kulit atau melanoma pada diri kamu. Cukup gunakan lotion atau tabir surya adalah tata cara untuk mengurangi risiko tersebut.

Karena sinar ultraviolet dari matahari adalah salah satu penyebab utama kanker kulit. Untuk itu, ada baiknya kamu menggunakan perlindungan di kulit kamu.

Tak hanya di luar ruangan, penggunakana tabir surya juga berlaku untuk kalian yang sering berada di dalam ruangan. ***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww