Begini Cara Mudah dan Murah Mendeteksi Kanker Payudara

Begini Cara Mudah dan Murah Mendeteksi Kanker Payudara
Ilustrasi kanker. (dream.co.id)
Rabu, 20 September 2017 11:47 WIB
JAKARTA - Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti kaum wanita, sebab termasuk penyebab kematian tertinggi wanita di Indonesia.

Dikutip dari dream.co.id, meski belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya, ternyata penyakit ganas ini bisa dicegah dengan melakukan serangkaian pemeriksaan rutin yang mudah.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama dengan Komunitas Survivors Kanker Payudara Lovepink menyuarakan kampanye Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) serta Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) sebagai wujud kepedulian terhadap kanker payudara di Indonesia.

SADARI dapat dilakukan oleh setiap perempuan sehat tanpa perlu datang ke dokter. Hal ini dilakukan pada rentang hari ke 7-10 setelah hari pertama menstruasi, dimana payudara sedang dalam kondisi paling lunak.

Pertama-tama, amati payudara kamu di depan cermin. Pada payudara sehat, tidak akan terdapat luka serta puting susu yang masuk ke dalam.

Setelah melihat, angkat tangan sebelah kanan, raba payudara dengan tangan kiri dari arah pinggir, memutar ke arah puting susu. Lalu tekan dengan perlahan. Keluarnya cairan berwarna merah darah merupakan indikasi dari adanya sel kanker.

Lakukan juga gerakan tersebut dalam keadaan berbaring. Biasanya, bila ada benjolan akan terasa pada posisi ini. Namun, tidak semua benjolan berarti kanker. Benjolan yang sakit merupakan indikasi dari adanya kista payudara. Kondisi ini tidaklah mematikan seperti kanker.

Sebaliknya, apabila benjolan justru tidak terasa sakit dan muncul selama dua kali siklus menstruasi, kamu harus waspada dan segera lakukan SADANIS.

SADANIS dapat dilakukan oleh dokter spesialis kanker (Onkologi). Berbagai penanganan seperti ultrasonografi (USG) maupun mammografi dapat membantu untuk mendeteksi adanya kanker atau tidak.

Sayangnya, masih sedikit orang yang melakukan kedua pemeriksaan tersebut. Melalui Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) 2016, hanya 46,6 persen masyarakat yang pernah melakukan SADARI dan 4,4 persen yang melakukan SADANIS. Padahal, kedua cara tersebut terbilang jauh lebih murah dibandingkan dengan operasi serta kemoterapi.

''Jika seorang wanita telah melakukan SADARI, ia bisa mendiagnosis kanker sebanyak 70-85persen. Benjolan sebesar 2cm pun sudah bisa terasa oleh orang yang bukan dokter. Ditambah dengan melakukan SADANIS, resiko wanita untuk sampai pada kanker stadium lanjut akan jauh berkurang,'' ujar dr. Bob Adinata, perwakilan dari PERABOI (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) ketika di Salemba, Jakarta, Selasa, 19 September 2017.

Deteksi kanker payudara tidak hanya bisa dilakukan oleh wanita, namun juga kaum pria. Faktanya, lelaki dengan kondisi ginekomastia (pria berpayudara besar), obesitas, dan mengonsumsi obat hormon juga dapat terserang kanker payudara.

Karena lelaki tidak mengalami siklus menstruasi, mereka tidak bisa melakukan SADARI. Untuk itu, apabila memiliki faktor risiko diatas, segera lakukan SADANIS.

Kanker juga dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres).

Perilaku menunda akan menjadikan sel kanker tumbuh lebih ganas dan mengurangi angka harapan hidup. Bila ada cara yang mudah, tidak perlu untuk menunggu datangnya penyakit.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww