Home  /  Berita  /  Peristiwa

Sambangi Markas TNI AL, Anak-anak Ini Serahkan Dana Rp21 Juta Lebih untuk Beli Kapal Selam

Sambangi Markas TNI AL, Anak-anak Ini Serahkan Dana Rp21 Juta Lebih untuk Beli Kapal Selam
Anak anak masjid saat menyambagi markas TNI AL Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 30 April 2021 03:11 WIB
YOGYAKARTA - Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402 dan gugurnya 53 personel TNI AL meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Hal ini juga dirasakan anak-anak Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Mereka tergerak hatinya untuk menggalang dana untuk membeli kapal selam.

Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) Jogokariyan ini menggalang dana pada Minggu (25/4/2021). Hasilnya mereka mampu menggalang dana sebanyak Rp21,584 juta untuk membeli kapal selam. Rinciannya Hamas Jogokariyan  Rp6,584.800 dan Takmir Masjid Jogokaryan Rp15 juta. 

Secara simbolis, dana ini diserahkan oleh anak-anak didampingi Ketua Takmir Masjid Jogokaryan, Yogyakarta, Ustad Muhammad Jazir dan diterima oleh Danlanal Yogyakarta, Kolonel Laut (KH/W) Damayanti, Senin (26/4/2021) lalu. 

Muhamamad Jazir mengatakan, dana yang dikumpulkan anak-anak ini, mungkin jumlahnya jauh dari cukup. Namun niat anak-anak tulus dalam mengumpulkan dana untuk pembelian kapal selam tak ternilai.

"Kami berharap penggalangan dana ini dapat menjadi busur es yang bisa menyejukan rakyat Indonesia, untuk kemudian bersama-sama turut menggalang dana untuk membeli kapal selam," kata Jazir.

Menurutnya, Indonesia adalah negara kelautan sehingga sudah semestinya armada laut harus dikuatkan. Untuk itu,  mengajak seluruh rakyat ikut membantu Angkatan Laut agar mampu menjaga kekayaan negara dan keutuhan wilayah Indonesia.

Danlanal Yogyakarta, Kolonel Laut (KH/W) Damayanti mengucapkan terima kasih dan sangat terharu atas kepedulian anak-anak dan takmir  Masjid Jogokaryan, Yogyakarta. Bantuan itu akan disampikan  ke pimpinan.

"Kami sangat terimakasih, Kami tidak bisa menyampaikan apa-apa, dana bantuan ini nanti akan kami teruskan ke atasan kami,” katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Inews
Kategori:Pendidikan, Ekonomi, Peristiwa
wwwwww