Lulusan UI Tolak Gaji Rp 8 Juta, Fahri Hamzah: Wajar

Lulusan UI Tolak Gaji Rp 8 Juta, Fahri Hamzah: Wajar
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, saat meninjau pengarsipan dan peningkatan minat baca di Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumbawa, NTB, Jumat (26/7/2019). (Foto: Dok. Fahri Hamzah)
Jum'at, 26 Juli 2019 13:45 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai, standar gaji di atas Rp 8juta untuk fresh graduated UI masih terbilang wajar.

"Wajar lah. Tapi hal yang terpenting, lulusan UI memiliki kemampuan dan skill yang membuat mereka layak menuntut gaji tinggi," kata Fahri kepada wartawan saat meninjau pengarsipan dan peningkatan minat baca di Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumbawa, NTB, Jumat (26/7/2019).

Pernyataan Fahri ini menanggapi cerita fresh graduate UI menolak gaji Rp 8 juta, yang viral di media sosial. Dalam curhatannya seseorang yang mengaku lulusan UI sebagai fresh graduate mengeluh karena hanya ditawari gaji Rp 8 juta untuk pekerjaan pertamanya.

Melanjutkan pernyataannya, Pimpinan DPR RI bidang Koordinator bidang Kesejahteran Rakyat (Korkesra), yang juga merupakan alumnus UI lulus tahun 1997 dari Fakultas Ekonomi ini menyebut, banyak rekan-rekannya mengincar perusahaan yang berkantor di kawasan Sudirman dan Thamrin, Jakarta. Sebab, di tempat itulah biasanya perusahaan bersedia menggaji karyawannya dengan angka fantastis.

"Itu (kawasan Sudirman dan Thamrin) adalah tempat bagi yang kita sebut sebagai the best paid fresh graduate. Atau tempat bagi lulusan baru yang dibayar dengan bayaran terbaik," cetusnya seraya menilai wajar jika lulusan UI saat ini memiliki standar tertentu yang bahkan lebih tinggi dari para pendahulunya.

Menurut Fahri, tuntutan besaran gaji itu biasa saja, karena itu sama dengan biaya atau harga pada pasar kerja. Setiap pasar tenaga kerja ada rate-nya, ada price-nya, ada harganya, dan itu normal saja untuk diperdebatkan.

"Saya memang enggak suka melamar, makanya saya kerja sendiri, bikin perusahaan konsultan," kata inisiator Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu yangi enggan mengungkapkan penghasilan yang Ia dapat per bulannya saat baru lulus. ***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Ekonomi, Pendidikan, Politik

Loading...
www www