Home  /  Berita  /  Politik

Minta Santri Tak Golput di Pilkada, PKB: Pilihlah Calon yang Direstui Ulama

Minta Santri Tak Golput di Pilkada, PKB: Pilihlah Calon yang Direstui Ulama
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (GoNews)
Kamis, 22 Oktober 2020 16:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
DEPOK - Wakil Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid berharap, agar para santri tidak golput dalam Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020 mendatang.

"Santri harus jadi pelopor perubahan. Santri jangan tidur. Harus ikut berperan aktif dalam pilkada mendatang," ujarnya usai memberikan materi Sosialisasai Empat Pilar MPR dalam rangka memperingati hari Santri di Bojong Sari, Kota Depok, Kamis (22/10/2020).

Khusus di Kota Depok kata Gus Jazil, sapaan akrabnya santri juga harus menjadi Agen perubahan di kota Depok dengan memilih pasangan yang diusung PKB. "Saat ini kan tengah pilkada, kita sudah tahu calon-calonnya dan kita sudah punya calon, ya pilih calon kita," tandasnya.

Gus Jazil juga berharap, para santri harus menjadi penggerak agar partisipasi masyarakat ke TPS tinggi. "Pilih apa yang sudah menjadi pilihan ulama-ulama NU," kata Jazilul.

Selain pilkada, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu juga mengingatkan agar para santri memaknai lebih dalam peringatan Hari Santri.

Sejarah mencatat, umat Islam dan para santri membela negara di medan laga setelah Rais Akbar NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari mendeklarasikan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Selanjutnya, tanggal 22 Oktober dijadikan Hari Santri oleh pemerintah.

Hari Santri menurutnya, telah mengingatkan kembali bagaimana umat Islam, ulama atau kiai, dan santri berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 dengan terjun di medan laga. "Kita berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan," ujarnya.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu memaparkan apabila dahulu umat Islam dan santri berjuang, berusaha, dan bekerja keras untuk mempertahankan kemerdekaan. Kini memaknai Hari Santri harus diisi dengan berusaha dan bekerja keras untuk mengisi pembangunan.

"Dan hari ini kita sama-sama saksikan, banyak sekali santri yang selama ini terpinggirkan. Mereka adalah kaum santri jalanan yang badanya penuh tato, dan selama ini dianggap sampah. Tapi ketika mereka kembali ke jalan yang benar dan berstatus santri, sudah menjadi tugas kita bersama untuk membantunya," tukasnya. ***

wwwwww