Home  /  Berita  /  GoNews Group

OJK: Data Dukcapil Berperan Penting dalam Pengembangan Industri Keuangan

OJK: Data Dukcapil Berperan Penting dalam Pengembangan Industri Keuangan
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Ist.)
Kamis, 03 September 2020 09:29 WIB

JAKARTA - Data kependudukan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berperan sebagai key factor dalam seluruh aktivitas layanan publik, termasuk di sektor keuangan dan pasar modal.

Demikian inti pesan dari pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ditjen Dukcapil, dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Self Regulatory Organisation/SRO di ruang rapat utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Jakarta, Selasa (2/9/2020), kemarin.

Baca Juga: Jawab Legislator, Dukcapil Terbuka pada Revisi UU Adminduk

Baca Juga: Dukcapil Sebut Ada 2.277.534 Perekaman KTP-el sepanjang Maret-Juli 2020

Pertemuan yang membahas pemanfaatan data Dukcapil dalam pengembangan pasar modal dan pendalaman pasar keuangan di Indonesia itu, dihadiri oleh Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh beserta Direktur Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan, Akhmad Sudirman Tavipiyono; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen; Pjs Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Lindasari; Direktur Pengawas Transaksi Efek OJK Choirul Muttaqien; Dirut BEI Inarno Djajadi; Dirut KSEI Uriep Budhi Prasetyo; Direktur KSEI Syafruddin; Direktur KSEI Supranoto Prajogo; dan Pjs Kepala Divisi Pengelolaan dan Layanan Investor KSEI Aditya Kresna.

Dalam pertemuan, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, menyampaikan bahwa data Dukcapil berperan penting dalam pengembangan pasar modal serta pendalaman pasar keuangan. 

Baca Juga: Dasar Hukum Dukcapil beri Akses Verifikasi Data Penduduk pada Fintech

"Utamanya terkait dengan pengembangan basis investor domestik ritel di Indonesia, yang dapat memberikan resiliensi pasar modal Indonesia dalam hal investor asing melakukan penjualan saham dalam jumlah yang cukup besar," kata Hoesen.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan pasar modal juga memberikan kontribusi positif sebagai sumber pembiayaan utama jangka panjang untuk proyek-proyek strategis pemerintah.

"Dalam Stategi Nasional Pengembangan dan Pendalaman Pasar Keuangan 2018-2024, pasar keuangan berperan strategis sebagai sumber pendanaan kegiatan ekonomi, media transmisi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, hingga stabilitas sistem keuangan," kata Hoesen.

Pada kesempatan itu, Dirjen Dikcapil Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa data Dukcapil seperti nomor induk kependudukan dalam KTP Elektronik (KTP-el) dapat menjadi sumber data utama untuk keperluan verifikasi data nasabah. 

"Data Dukcapil memberikan efisiensi nyata dalam proses transaksi keuangan. Tentu saja para pemangku kepentingan di pasar modal harus tetap berpegang kepada prinsip perlindungan data pribadi," tegas Dirjen Zudan.

Dalam pertemuan ini, Dirut KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan Ditjen Dukcapil Kemendagri terkait pembukaan rekening efek investor pasar modal yang semakin efisien. 

"Ini berkat dukungan data Dukcapil kami memanfaatkan teknologi digital untuk pembenahan data investor pasar modal untuk keperluan pengawasan yang terintegrasi," kata Uriep.

Uriep berharap, ke depannya KSEI dapat berperan lebih aktif terkait pemanfaatan data kependudukan sehingga memberikan kemudahan bagi investor pasar modal Indonesia untuk berinvestasi.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group

wwwwww