Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
Peristiwa
12 jam yang lalu
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
2
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur 'Istri Wakapolda'
Peristiwa
11 jam yang lalu
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur Istri Wakapolda
3
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
Hukum
12 jam yang lalu
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
4
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
Kesehatan
11 jam yang lalu
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
5
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
Hukum
16 jam yang lalu
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
6
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Peristiwa
11 jam yang lalu
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Loading...
Home  /   Berita  /   Tanah Datar

KPU Tanah Datar Verifikasi Dukungan untuk Calon Gubernur Sumbar

KPU Tanah Datar Verifikasi Dukungan untuk Calon Gubernur Sumbar
Ketua KPU Tanah Datar, Fahrul Rozi. (antarasumbar/Istimewa)
Senin, 06 Juli 2020 23:29 WIB
TANAH DATAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan verifikasi atau salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) syarat pencalonan pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumbar, Fakhrizal-Genius Umar dari jalur perseorangan.

Ketua KPU Tanah Datar, Fahrul Rozi di Batusangkar, Senin, mengatakan memasuki hari kedelapan verifikasi faktual tersebut pihaknya telah memverifikasi dokumen sebanyak 12.416 dokumen.

"Hasil verifikasi di lapangan kita sudah melakukan verifikasi kepada calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar sebanyak 12.416 dokumen dengan persentase 60 persen atau masih tersisa sebanyak 7.974 dari 20.390 dukungan di Tanah Datar," jelasnya.

Ia mengaku selama melakukan verifikasi data di lapangan tersebut banyak kendala yang ditemui petugas saat melakukan pencocokan dokumen.

Seperti data diri pendukung yang tidak sesuai domisili atau pindah tempat tinggal, tidak berada di rumah saat ditemui petugas atau sedang bekerja, serta data dukungan yang orangnya berada di perantauan. Masalah itu dominan ditemukan di daerah yang memiliki motilitas tinggi.

"Padahal dalam aturannya tim verifikasi hanya datang satu kali ke rumah pemilik. Namun kita tetap usulkan agar petugas datang dua kali untuk melakukan verifikasi lagi," ujarnya.

Ia menjelaskan selama verifikasi yang dilakukan tim, pemilik data bisa saja membatalkan dukungan jika yang bersangkutan tidak merasa mendukung pasangan perorangan tersebut.

"Kalau seandainya yang bersangkutan tidak mendukung tentu ada hitam di atas putih, maka itu dibuktikan dengan menandatangani berita acara tidak mendukung pasangan calon atau B5 KPU. Maka dengan penandatangan itu, dukungan yang bersangkutan akan dibatalkan," tambahnya.

Ia berharap tim PPS ataupun PPK di lapangan tetap menggenjot pendampingan di lapangan agar proses verifikasi tuntas dilaksanakan sesuai dengan waktu yang ditentukan. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Politik, Sumatera Barat, Tanah Datar

Loading...
www www