Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
14 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
14 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
7 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
4
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
6 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
5
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
11 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
6
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
6 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Di 'Riding Kebangsaan', MPR RI Tegaskan Pancasila adalah Harga Mati

Di Riding Kebangsaan, MPR RI Tegaskan Pancasila adalah Harga Mati
Minggu, 23 Februari 2020 15:07 WIB
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, Pancasila harus terus digelorakan, (dan) diikuti dengan peneladanan. Pancasila adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi sebagai ideologi dalam berbangsa dan bernegara.

Hal itu ditegaskan Bamsoet dalam acara "Riding Kebangsaan" di Kompleks MPR RI, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Kolaborasi pembumian nilai Pancasila melalui Sosialisasi 4 Pilar yang bekerjasama dengan Komunitas Bikers ini, adalah wujud nyata MPR dalam mendukung pemasyarakatan, penataran, dan pengajaran Pancasila kepada seluruh komponen bangsa dengan pembaruan-pembaruan metode yang tidak dogmatis, doktrinatif, serta monoton.

Bamsoet mengatakan, Empat Pilar MPR RI terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya merupakan warisan para pendiri bangsa yang harus dipahami dan diimplementasikan dalam berbagai dimensi strategis kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Pelaksanaan tugas Pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI telah dilakukan oleh MPR melalui berbagai metode, antara lain melalui penyelenggaraan Seminar Nasional, Focus Group Discussion (FGD), Training of Trainers (ToT), ceramah dan diskusi kebangsaan, outbond, dan kemah bela negara," ujarnya.

Menurut dia, pentingnya pembangunan karakter bangsa, MPR selalu senantiasa memikirkan dan melaksanakan inovasi melalui metode-metode baru dalam pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI. Dengan demikian, sosialisasi dapat berjalan dengan lebih efektif dan optimal.

Bamsoet mengatakan, penyelenggaraan kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI bagi komunitas Bikers adalah salah satu bentuk perwujudan komitmen MPR RI untuk memperkaya metode dan memperluas jangkauan sosialisasi. Pemasyarakatan yang dilakukan melalui Lomba Cerdas Cermat atau Riding Kebangsaan.

"Meskipun penyelenggaranya adalah komunitas motor besar, namun peserta kegiatan ini adalah klub-klub motor dari berbagai kelas (cc). Ini adalah cerminan dan wujud kebersamaan yang kita bangun dalam semangat persaudaraan," ujarnya.

Dia meyakini penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI antar Bikers ini akan menjadi media pembelajaran dan media sosialisasi yang sangat efektif untuk memberikan pemahaman secara utuh dan menyeluruh mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Hadir dalam acara Riding Kebangsaan tersebut antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Arsul Sani, Fadel Muhammad, Zulkifli Hasan, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin, dan Jaksa Agung ST. Burhanuddin.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Politik

Loading...
www www