Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
12 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
2
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
3
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
5 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
4
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
6 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
5
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
11 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
8 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Sidang MPR menentukan Wajah Munas Golkar

Sidang MPR menentukan Wajah Munas Golkar
Kamis, 03 Oktober 2019 14:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Direktur Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah mengatakan, perseteruan antara Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Airlangga Hartarto dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar sebenarnya belum berakhir.

Mundurnya Bamsoet dari bursa nakhoda partai pohon beringin pada Munas yang dihelat Desember 2019, sambung Barkah, hanya sementara. Hal itu lantaran, adanya deal politik antara keduanya yakni, Airlangga mendukung Bamsoet menjadi Ketua MPR RI dan Bamsoetpun harus memberi dukungan kepada Airlangga untuk posisi Ketum Golkar periode mendatang.

"Syarat ini tentu tak mudah, artinya, Airlangga Hartarto harus bergerilya menggalang dukungan dari partai-partai lain untuk memuluskan Bambang Soesatyo menjadi MPR 1," ujarnya kepada wartawan, Kamis (3/9/2019) di Jakarta.

Jika Airlangga berhasil mengantarkan Bamsoet sebagai ketua MPR RI, kata Barkah, maka Munas Golkar dianggapnya sudah 'Game Over'. "Namun jika Airlangga tidak berhasil, maka game ini baru akan finish pada Desember nanti. Atau bisa dibilang ini hanya jebakan 'Batman'. Bamsoet dan pendukungnya tentu akan memberikan label Airlangga sebagai orang yang gagal memenuhi janji ke kadernya sendiri," tuturnya memprediksi.

Barkah menambahkan, jika Airlangga gagal, bukan tidak mungkin, masalah ini akan menjadi amunisi bagi Bambang Soesatyo dan pendukung untuk menggalang dukungan kembali dalam perebutan ketum di Munas Golkar Desember mendatang.

"Jadi, pada sidang MPR dengan agenda pemilihan Ketua MPR kali ini, Airlangga Hartarto sangat berkepentingan. Berhasil atau tidaknya Bamsoet menjadi ketua MPR, jelas akan berpengaruh ke Munas Golkar," pungkasnya.***


Loading...
www www