Home  /  Berita  /  Politik

Jaga Anggaran DKI Berkualitas, PSI Minta Pembahasan Tak Molor

Jaga Anggaran DKI Berkualitas, PSI Minta Pembahasan Tak Molor
Kamis, 03 Oktober 2019 14:11 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA – Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad, mengucapkan selamat kepada pimpinan DPRD yang sudah dilantik sekaligus mengingatkan agenda yang harus dikejar DPRD.

Idris meminta DPRD segera mengagendakan pembahasan KUA-PPAS dan APBD 2020. Pasalnya, aturan Kemendagri mengharuskan APBD 2020 diketok di akhir bulan November tahun ini.

Artinya, DPRD hanya memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk membahas secara mendalam APBD 2020 yang diprediksi mencapai Rp 96 triliun Rupiah.

"Sudah sebulan berlalu begitu saja sejak kami dilantik karena menunggu nama pimpinan definitif. Akibatnya, agenda yang menjadi tanggung jawab DPRD molor terlalu lama, khususnya pembahasan APBD 2020 dan juga pemilihan Wagub. Kami ucapkan selamat kepada pimpinan DPRD yang baru dilantik, namun kami juga minta untuk bisa segera mengejar keterlambatan ini,” kata Idris dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (3/10/2019).

Idris menilai keterlambatan satu bulan lebih dalam penyerahan nama-nama calon pimpinan definitif mengakibatkan kinerja dewan terhambat dan tidak efektif. Ia mendorong agar penyusunan Alat Kelengkapan Dewan dapat segera terlaksana di awal bulan ini. Jika pembahasan AKD kembali molor, maka ruang pembahasan APBD 2020 hanya akan semakin sempit dan mustahil menghasilkan pembahasan yang berkualitas.

"Saya yakin semua partai ingin APBD yang berkualitas. Tapi, APBD senilai 96T tidak akan maksimal kalau pembahasannya hanya satu bulan saja. Ini sebenarnya sudah sangat mepet sekali. Fraksi PSI sudah berinisiatif mulai menyisir anggaran sejak bulan lalu dengan data yang sudah ada," tegas Idris.

PSI mengajak seluruh partai untuk fokus membahas APBD 1-2 bulan ke depan ini. Mengingat dari 106 anggota DPRD terdapat 59 anggota baru, Idris berharap para anggota baru, termasuk delapan anggota DPRD PSI, segera mempelajari usulan anggaran dan menguasai proses penganggaran agar bisa langsung membahas secara teliti dan kritis draft usulan dari Gubernur.

"Kalau DPRD yang baru mau menunjukkan peningkatan dibanding periode sebelumnya, inilah saatnya. Pembahasan APBD 2020 ini ajang pembuktian kualitas para anggota DPRD yang kembali terpilih maupun yang baru terpilih," kata Idris.

Seperti diketahui, DPRD DKI Jakarta baru saja menggelar pelantikan Ketua pada Kamis (3/10/2019). Prasetyo Edi, politisi asal PDIP kembali didapuk menjadi Ketua Legislator DKI. Pelantikan Prasetyo pun menuai pertanyaan soal regenerasi dan kaderisasi di tubuh Banteng.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Politik, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww