Home >  Berita >  Umum

Sebut Rendang Harusnya Krispi, Juri Master Chef UK Tuai Hujatan, Ini Pendapat Ahli...

Sebut Rendang Harusnya Krispi, Juri Master Chef UK Tuai Hujatan, Ini Pendapat Ahli...
Rabu, 04 April 2018 10:32 WIB
LONDON - Juri Master Chef UK (United Kingdom/Inggris), John Torode dan Gregg Wallace mendapat komentar negatif dari para penggemar masakan rendang. Kedua juri tersebut mengeliminasi peserta yang memasak rendang di kompetisi karena masakan rendangnya tidak krispi.

"Kulitnya tidak garing dan dagingnya tidak lepas dari tulangnya,'' ungkap mereka dalam acara kompetisi masak Master Chef UK episode 18 yang ditayangkan di BBC, 2 April lalu.

Dilansir dari BBC, Selasa (3/4), insiden bermula dari tersingkirnya kontestan bernama Zaleha Kadir Olpin, 48, seorang peserta asal Bristol, saat babak perempat final kompetisi memasak Master Chef UK.

Zaleha tersingkir setelah memasak nasi lemak dan menyajikannya lengkap dengan potongan timun, gulungan telur dadar, ikan bilis, udang sambal, kacang, dan rendang ayam.

Setelah tersingkir, Zaleha pun mengunggah foto nasi lemak dan rendang ayam yang dibuatnya dan mengatakan kekecewaannya di akun Instagram-nya.

"Sangat sedih tereliminasi dari #masterchefuk tapi saya tetap berpegang pada cara tradisional saya memasak Nasi Lemak. Saya tidak akan mengubahnya demi apa pun," tulisnya.

Penilaian Torode dan Wallace kemudian mengundang reaksi dari warganet yang mempertanyakan bagaimana kulit ayam dalam rendang harus renyah atau garing.

Seorang wartawan dan penulis makanan asal Malaysia, Jahabar Sadiq mengatakan bahwa permintaan agar rendang ayam itu harus renyah dan bukan lembut itu sebuah penghinaan.

"Mereka jelas-jelas tidak familiar dengan makanan dari belahan dunia yang berbeda, karena jika iya, mereka akan tahu seperti apa nasi lemak yang sebenarnya," katanya seperti diikutip dari BBC Malaysia.

"Ayam renyah? Tidak. Dagingnya harus lembut dan itu adalah hasil memasak berjam-jam, banyak orang yang menghubungkan ayam dengan ayam goreng, tapi tidak ada kemampuan teknis. Ini rendang ayam, bukan KFC, jadi intinya adalah bagaimana seorang juru masak menguasai bumbu dan rasa pedas. Banyaknya santan yang digunakan juga penting," lanjutnya.

Kemudian, Torode melalui akun media sosialnya, membalas pertanyaan warganet soal kulit renyah dalam ayam rendang itu.

"Mungkin Rendang adalah makanan Indonesia! Saya suka ini! Senang melihat kalian bersemangat .. Namaste," tulisnya.

Bukannya menenangkan, komentar Torode malah dianggap menyinggung kelompok budaya lain. Namaste adalah bahasa Hindi yang merupakan sapaan salam yang biasa digunakan oleh warga di India.

"Yang Terhormat John Torode, Namaste adalah ucapan salam yang biasa digunakan di India dan Nepal. India ada di Asia Selatan. Indonesia dan Malaysia ada di Asia Tenggara. Sebelum menggunakan salam, atau memberi tahu orang asli suatu negara untuk membuat rendang yang garing, silakan belajar membedakan orang Asia. Terima kasih," tulis @lockmeupwithjoy.

Seperti diketahui, rendang adalah masakan daging khas Minang, Indonesia, bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu rempah-rempah dan santan kelapa. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan hingga memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna pekat. Sedangkan rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio dan berwarna coklat terang keemasan.

Sementara itu Reno Andam Suri selaku ahli kuliner Minang kepada detifood menuangkan pendapatnya. "Kalau kita bicara rendang Minang, ayam saat dipotong maka akan langsung dikupas kulitnya. Jadi kalau ke rumah makan Padang, semua hidangan ayam akan tanpa kulit," tutur wanita dengan sapaan Uni Reno ini.

Proses pengolahan ayam seperti itu juga berlaku untuk rendang ayam. "Maka ayamya akan tanpa kulit," sambung Uni Reno, penulis buku 'Rendang Traveller.'

Dengan kata lain, jika seseorang menilai kulit rendang ayam harus renyah, maka hal itu kurang tepat mengingat rendang ayam tidak memiliki kulit. Namun Uni Reno menekankan jawabannya merujuk pada rendang ayam versi Sumatera Barat.

Soal bumbu, rendang di Indonesia dan Malaysia sebenarnya tak jauh berbeda. Uni Reno menuturkan, "Bumbu minimalis ya pasti ada (bawang merah, putih, jahe, laos, cabe), kunyitpun tergantung selera. Kemudian ada yang menambahkan rempah (kapulaga)."

Dari segi rasa, "Kalau rendang Malaysia pun rasanya sama, standar bumbu minimalis. Kemudian menjadi resep rahasia jika chef menambahkan bahan lain," lanjut Uni Reno.

Pemilik usaha Rendang Uni Farah ini juga membicarakan soal keempukan rendang yang disebut juri MasterChef Inggris harus sangat empuk. Rendang ayam dikatakan John Torode harus sangat lembut dan mudah dipisahkan.

Uni Reno mengatakan, "Tiap negara yang serumpun akan berbeda tingkat kematangan rendangnya. Kalau sampai tahap kalio, ya akan empuk. Tapi kalau dimasak sampai kuah kering, akan ikut kering bagian dalamnya,"

"Itulah makanya sulit melombakan rendang. Karena masing-masing negara, masing-masing orang dan rumah punya standar sendiri," pungkas Uni Reno. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : jpnn.com dan detik.com
Kategori : Umum, GoNews Group, Sumatera Barat, Rantau

Loading...
www www