Loading...

Dua Mahasiswa Sumbar yang Ditahan di Mesir Disambut Gubernur di BIM, Irwan Prayitno: Mereka Belajar untuk Jadi Ulama Masa Depan

Dua Mahasiswa Sumbar yang Ditahan di Mesir Disambut Gubernur di BIM, Irwan Prayitno: Mereka Belajar untuk Jadi Ulama Masa Depan
Gubernur Irwan Prayitno menyambut kedatangan Mahasiswa Moh Hadi dan Nurul Islami Elfis di Bandara Internasional Minangkabau, Minggu siang (3/9/2017). (foto humas pemprov sumbar)
Minggu, 03 September 2017 21:15 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PADANG - Upaya Pemerintah untuk membebaskan dan memulangkan dua mahasiswa asal Kabupaten Limapuluh Kota, yang ditahan kepolisian Mesir akhirnya terwujud. Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis, telah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Minggu (3/9/2017) sekitar pukul 13.10 Wib.

Kepulangan dua mahasiswa asal Sumbar ini langsung disambut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan juga para keluarga di pintu kepulangan bandara. Tampak dengan suasana haru dan isak tangis. Hadi dan Nurul tak lepas dari pelukan keluarga yang telah lama menahan rindu. Keduanya sempat ditahan Otoritas Keamanan setempat sejak 1 Agustus lalu dikarenakan masuk wilayah terlarang.

''Alhamdulilah dua mahasiswa asal Sumbar yang sempat ditahan pihak Otoritas Keamanan di Mesir telah pulang ke Sumbar. Ini semua berkat peran besar Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Mesir. Untuk itu kami dari Pemprov sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan," ujar Gubernur Irwan Prayitno saat menyambut kedatangan mahasiswa asal Sumbar dipintu kepulangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Gubernur Irwan Prayitno menyatakan, Pemprov Sumbar amat mendukung mahasiswa asal Minang yang melakukan studi di Mesir. Dan itu ditandai dengan adanya bangunan wisma di Kairo untuk mahasiswa baik laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Masuki Daerah Terlarang, Dua Mahasiswa Asal Limapuluhkota Sumbar Ditahan Polisi Mesir

''Generasi muda Sumbar yang menjadi mahasiswa di sana itu untuk belajar dan mereka adalah calon ulama masa depan. Kita di Sumbar dengan filosofi adat basandikan syarak, syarak basandi kitabullahu (ABS-SBK) sangat butuh peran ulama dalam kehidupan bermasyarakat, adat dan budaya,'' terangnya.

Irwan Prayitno meminta mahasiswa yang saat ini masih melakukan studi di mesir untuk berhati-hati, jangan memasuki wilayah yang tengah konflik.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, sejak ditahannya kedua mahasiswa asal Sumbar ini, pihak Pemprov Sumbar telah intens berkomunikasi dengan Dubes RI dan Kemenlu untuk memproses pembebasan Nurul Islam dan Mohammad Hadi ini.

"Kita hanya dapat melakukan komunikasi untuk pembebasan ini. Yang berperan tetap Dubes dan Kemenlu. Jika sudah selesai prosesnya disana. Baru kami Pemprov yang akan menfasilitasi kepulangannya ke tanah air," tuturnya.

Irwan Prayitno menambahkan, saat ini mahasiswa yang melakukan studi di Mesir asal Sumbar ada sekitar 300-an. Tetapi jika digabung dengan se-Indonesia ada ribuan. Sehingga, adanya kasus ini ia meminta mahasiswa yang melakukan studi disana untuk belajar dengan serius.

Saat ini, Pemprov tengah berkomunikasi dengan pihak Dubes untuk mengurus transkrip nilai mereka. Sebab, kedua mahasiswa ini ingin kembali melanjutkan studi ke Mesir. "Jadi untuk itu kami bantu menfasilitasi pengurusan nilainya," katanya.

Selain itu, pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan wawancara kepada dua orang ini. Hasilnya, mereka berdua tidak bersalah dan pihak BNPT juga akan menyurati Kemenlu supaya mereka dapat balik lagi melanjutkan studinya ke Mesir. Jadi tidak ada mereka diblacklist, tegar Irwan Prayitno. ***


Loading...
www www