Home  /  Berita  /  GoNews Group

Elvi Amri: Berkat Batu Bronjong Petani Koto Tuo Kembali Bertanam Padi

Elvi Amri: Berkat Batu Bronjong Petani Koto Tuo Kembali Bertanam Padi
Anggota DPRD Padang daerah pemilihan Koto Tangah, Elvi Amri mengawasi pemasangan batu bronjong di bendungan Koto Tuo beberapa waktu lalu.
Sabtu, 26 November 2016 14:16 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Para petani di kawasan Ikua Koto dan sekitarnya, Kecamatan Koto Tangah mulai bertanam padi kembali setelah dilakukan pemasangan batu bronjong yang berfungsi mengaliri air ke areal persawahan. Pemasangan batu bronjong terpaksa dilakukan akibat rusaknya bendungan irigasi Koto Tuo pascabanjir bandang yang menimpa daerah tersebut beberapa bulan lalu.

Menurut anggota DPRD Padang daerah pemilihan Koto Tangah, Elvi Amri perbaikan bendungan irigasi Koto Tuo merupakan sesuatu yang mendesak mengingat di kawasan tersebut terdapat sekitar 1500 hektare areal persawahan yang meliputi daerah Koto Panjang, Lubuk Minturun, Ikua Koto, Bungo Pasang, Balai Gadang, Tanjung Aua, Koto Tuo, Pulai dan Batang Kabung Gantiang.

"Warga di daerah tersebut mayoritas adalah petani. Mengingat perbaikan irigasi Koto Tuo membutuhkan waktu yang lama maka solusinya pemasangan batu bronjong agar sawah warga tetap bisa dialiri air," kata Elvi Amri ketika ditemui di Gedung DPRD Padang, Sabtu (26/11/2016).

Dijelaskan Elvi Amri, proses permintaan pemasangan batu bronjong baik ke Pemko Padang maupun Pemprov Sumbar tidaklah mudah. Disebutnya, Pemko Padang tidak memiliki anggaran untuk itu dan jalan keluarnya meminta bantuan ke Pemprov melalui Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi.

"Kita bersyukur warga saat ini sudah kembali bertanam padi dengan adanya batu bronjong yang masuk ke areal persawahan. Artinya, keberadaan batu bronjong manfaatnya sudah dirasakan warga petani," ungkap politisi Hanura 

Dirunut kembali oleh Elvi, tidak semua bagian bendungan Koto Tua bisa dilakukan pemasangan batu bronjong terutama bagian sebelah kiri. Sebab, pada bagian kiri bendungan tersebut terdapat pintu air cadangan. Hanya saja, kata Elvi, debit air pada pintu cadangan tersebut tidak mencukupi.

Pengalaman pahit pernah dirasakan petani Ikua Koto dan Koto Tua yang mengalami tidak pernah panen selama empat kali panen akibat jebolnya bendungan Koto Tuo tersebut. Dan, pengalaman pahit tersebut hampir kembali dirasakan apabila pemasangan batu bronjong tidak disegerakan.

"Pemasangan batu bronjong hanya bersifat tanggap darurat. Bagaimana pun perbaikan bendungan Koto Tuo adalah suatu keharusan mengingat ketahanan pangan di Kota Padang," tegas anggota Komisi II DPRD Padang.

Langkah besar dilakukan Elvi agar terealisasinya perbaikan bendungan Koto Tuo. Kader Partai Hanura ini membawa persoalan perbaikan irigasi ini ke DPR RI. Bahkan, Komisi IV DPR RI yang membidangi irigasi ini telah meninjau langsung lokasi bendungan Koto Tuo.

 "DPR RI sudah menganggarkan perbaikan bendungan Koto Tuo pada APBN 2017 sebesar Rp45 miliar. Tahun depan perbaikan bendungan Koto Tuo akan terealisasi," ujar Elvi sumringah. (agb) 

wwwwww