Home >  Berita >  Ekonomi

Buka Usaha Produktif, Posdaya Tingkatkan Kualitas Keluarga

Buka Usaha Produktif, Posdaya Tingkatkan Kualitas Keluarga
Penyerahan bantuan sembako dan dana.(humas L
Sabtu, 10 September 2016 17:18 WIB
Penulis: Tri Nanda
LIMAPULUH KOTA--Keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) cukup mampu membawa perubahan di tengah masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Tak hanya memunculkan berbagai usaha ekonomi, Podaya juga telah mampu mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap bentuk-bentuk intervensi pembangunan dan meningkatkan kualitas keluarga miskin.

Demikian Ketua Umum LKKS Kabupaten Limapuluh Kota Ny. Monalisa Irfendi Arbi dalam sambutannya pada acara penutupan kegiatan penguatan lembaga LKS Posdaya dalam penanggulangan kemiskinan dan substainable development goals (SDGs) di rumah dinas bupati, Sabtu (10/9).

            “Posdaya di daerah ini telah menghasilkan beberapa perubahan cara pandang masyarakat dan kualitas keluarga miskin. Masyarakat yang semula menilai rendah pendidikan, kini justru menilai pentingnya pendidikan dan kesehatan yang ditandai dengan tingginya animo mereka mengunjungi Posyandu dan Posbinduyang menjadi bagian dari Posdaya sehingga jumlah Balita kurang gizi menjadi jauh berkurang,” papar Monalisa.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum LKKS Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Ketua Basnaz Provinsi Sumatera Barat Syamsul Bahri Khatib  dan seratusan orang anggota Posdaya se Kabupaten Limapuluh Kota.

            Lebih lanjut Monalisa mengatakan, Posdaya juga telah menumbuhkan kegiatan ekonomi masyarakat di bidang pangan, kerajinan dan jasa. Hebatnya lagi, adanya Posdaya mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan memulai mengolah sampah menjadi rupiah.

            “Keberadaan Posdaya benar-benar memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Di bidang pendidikan misalnya, Posdaya ikut melaksanakan kegiatan PAUD dan kejar Paket A, B dan C. Begitu pula di bidang kesehatan, wira usaha, lingkungan serta bidang budaya dan agama,” papar Monalisa.

            Menurutnya, perkembangan Posdaya di Limapuluh Kota cukup menggembirakan. Jumlah semula pada tahun 2012 hanya 2 kelompok, kini terus bertambah menjadi 49 kelompok. Dari sebanyak itu, 18 kelompok diantaranya dinilai cukup aktif. Menyikapi peran positifnya, ia menargetkan akan terus mengembangkan Posdaya tersebut.

            “Target kita adalah satu jorong satu Posdaya. Sesuai jumlah jorong yang ada, artinya Posdaya yang akan kita bentuk adalah 460,” tutur Monalisa.

            Hal senada ikut disampaikan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi. Ia mengakui kehadiran LKKS Posdaya cukup memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Bahkan ada diantaranya yang sudah mengolah kotoran sapi menjadi biogas, pupuk organic dan memiliki kebun seperti Posdaya Sehati di Jorong Bukik Nagari Batu Payuang. Selain itu juga ada yang sukses memproduksi the gambir seperti yang dilakukan Posdaya di Nagari Talang Maur.

            “Harus diakui, Posdaya telah banyak memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Hebatnya lagi, ada diantaranya yang sudah berhasil memproduksi teh gambir yang memiliki kasiat bagi kesehatan, serta ada pula yang sudah memproduksi bio gas, pupuk organik dan merebut prestasi di tingkat  nasional,” papar Irfendi.

Irfendi berharap kegiatan LKKS ini terus berlanjut dan semakin berkembang demi mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia tidak ingin lagi ada anak pintar dari keluarga miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi karena ketiadaan biaya.

“Kegiatan ini merupakan salahsatu solusi mengantaskan kemiskinan. Karenanya, kita berharap kegiatan ini terus berlanjut guna mengentaskan kemiskina di Kabupaten Kimapuluh Kota,” ucap Irfendi.

            Sedangkan Ketua Umum LKKS Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno dalam penyampaiannya menuturkan, sebagai lembaga kesejahteraan sosial di tingkat jorong/nagari, Posdaya memiliki peran penting dalam penanganan masalah kemiskinan maupun penguatan fungsi-fungsi keluarga. Atas dasar pertimbangan itu, LKKS Provinsi Sumbar memadang perlu menumbuhkembangkan Posdaya.

            “LKKS Provinsi Sumbar bersama LKKS Kabupaten Limapuluh Kota sengaja melaksanakan Bintek penguatan peran LKS Posdaya dalam penanggulangan kemiskinan dan SDGs,” ujar Nevi.

            Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan Sembako bagi 100 mustahik dan bantuan dana dari Basnaz Provinsi Sumbar sebesar Rp50 juta bagi 25 orang anggota Posdaya.***

 

Editor : M.Siebert
Kategori : Ekonomi, GoNews Group, Limapuluh Kota

Loading...
www www