Kejayaan Masa Lalu Pemacu Semangat Masa Depan

Istana Basa Pagaruyung Menuju Ikon Pariwisata Nasional

Istana Basa Pagaruyung Menuju Ikon Pariwisata Nasional
Istana Basa Pagaruyung yang selesai direhab ketika peresmian pemakaian oleh Wapres Jusuf Kalla. (Humas Tanah Datar)
Kamis, 08 September 2016 13:39 WIB

TANAH DATAR - Masyarakat Sumatera Barat khususnya Kabupaten Tanah Datar merasakan kebahagiaan dan kebanggaan luar biasa. Simbol kejayaan Minangkabau, Istano Basa Pagaruyung kembali mendapat kunjungan tamu kehormatan dengan kedatangan Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Sebuah prosesi pemakaian/menaiki Istano Basa Pagaruyung dihadiri langsung Bapak Jusuf Kalla yang juga sumando urang awak menunjukkan begitu strategis dan pentingnya keberadaan Istano Basa Pagaruyung sebagai pusat peradaban masyarakat Minangkabau.

“Selama ini kami sudah menanti kesediaan waktu Wakil Presiden Bapak H.M Jusuf Kalla berkenan menghadiri prosesi ini walaupun peresmian pemakaian Istano Basa Pagaruyung sebagai museum terbuka sudah dilaksanakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 30 Oktober 2013 yang lalu. Namun rasanya belumlah sempurna kebanggaan ini jika belum dinaiki secara adat apalagi sekarang dihadiri oleh Bapak Wakil Presiden RI Bapak H.M Jusuf Kalla yang sekaligus adalah sumando kami masyarakat Sumatera Barat khususnya Kabupaten Tanah Datar,” tutur Bupati Irdinansyah Tarmizi saat memberi sambutan.

Dijelaskan, Bangunan Istano Basa Pagaruyung disambar petir yang dahsyat pada tanggal 27 februari 2007 yang lalu, musibah ini telah membakar bangunan kebanggaan masyarakat minangkabau. Namun akhirnya dengan berkat kegigihan Bapak Bupati Tanah Datar waktu itu M. Shadiq Pasadigoe dan atas dorongan Bapak Gubernur Gamawan Fauzi berhasil mengadakan pertemuan dengan Bapak Jusuf Kalla dan atas undangan beliau diadakan pertemuan tokoh-tokoh Minang untuk membangun kembali Istano Basa Pagaruyung. Hal ini juga diperkuat dengan semangat gotong royong seluruh komponen masyarakat Minang yang di rantau maupun di kampung halaman dan seluruh donatur sertatentu tidak terlepas dari peran serta bapak H.M Jusuf Kalla yang pada waktu itu juga sebagai Wakil Presiden RI.

“Ucapan terima kasih yang tidak terhingga disampaikan kepada Bapak Wakil Presiden, Bapak Gubernur Sumatera Barat, para bupati dan walikota se Sumatera Barat, bapak/ibu Panitia pembangunan kembali Istano Basa Pagaruyung, tokoh-tokoh masyarakat kami serta para donatur lainnya,” sebut bupati, Selasa (6/9/2016).

Dengan keberadaaan Istano Basa Pagaruyung ini, telah menjadi ikon destinasi pariwisata Sumatera Barat dengan moto “Belum ke Sumatera Barat kalau belum berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung”. Seiring dengan peningkatan infrastruktur, kami yakin Istano Basa Pagaruyung tidak hanya sebagai ikon pariwisata Sumatera Barat tetapi akan menjadi ikon pariwisata nasional. Apalagi salah satu desa terindah di dunia versi majalah Wisata Budget Travel dari Amerika Serikat ternyata ada di Tanah Datar yakni Nagari Tuo Pariangan.

Wakil Presiden Bapak H. M. Jusuf Kalla pun menghimbau agar Istano Basa Pagaruyung sebagai simbol kebersamaan patut diperhatikan. “Istano Basa Pagaruyung yang kita bangun kembali secara bersama-sama ini menunjukkan milik bersama, tidak hanya milik pemerintah, di sinilah lahir rasa kebersamaan sebagai modal memperkokoh persatuan membangun daerah dan bangsa serta mensejahterakan rakyat,” pinta Jusuf Kalla.

Lebih lanjut Jusuf Kalla memuji suku Minang yang dikenal memiliki kecerdasan, menjunjung keterbukaan, kebersamaan, memiliki kearifan, keramahtamahan, sifat mandiri dan adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah.

Jusuf Kalla ingatkan, “Suku minang memiliki kejayaan di masa lalu ini dibuktikan dengan masyarakat yang unggul tetapi ini jangan hanya jadi kebanggaan semata tetapi jadikanlah sebagai pemacu semangat di masa depan karena tantangan ke depan lebih berat”.

Sumatera Barat termasuk daerah yang masih asri, hijau, memiliki keindahan alam dan adat budaya yang indah. Ini nikmat Allah SWT yang patut dijaga dan dipelihara.

“Jadikanlah modal dasar ini untuk mensejahterakan dan memajukan masyarakat,” pungkas Wapres Jusuf Kalla.

Selain mengikuti prosesi menaiki Istano secara adat, Wakil Presiden bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla sebelumnya telah meninjau sanggar tenun songket Tanjung Modang Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara yang memiliki ciri khas motif Lintau dan proses pewarnaannya secara alami. Terdapat 5 kelompok tenun songket di Lintau binaan Dinas Koperindagpastam dan Dekranas Kabupaten Tanah Datar dengan ketuanya Ibu Emi Irdinansyah.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Tanjung Bonai yang direncanakan membutuhkan biaya Rp. 6,9 Milyar. Masyarakat dan perantau Tanjung Bonai mempunyai keinginan memiliki masjid yang lebih representatif. Untuk itu atas dorongan dan bantuan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, pembangunan masjid segera akan dilaksanakan. Rombongan disambut Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma dan Ibu Retri Zuldafri

Serta peninjauan Akademi Komunitas Tanah Datar (AKTD) di Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo yang disambut Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, SE dan Ibu Erita Anton Yondra. AKTD yang diresmikan pada 30 Desember 2013 oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla merupakan Program Studi Di Luar Domisili Politeknik Negeri Padang berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah melaksanakan wisuda sebanyak 2 angkatan dari 3 prodi (Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Manajemen Informatika). Lulusannya berhasil diserap dunia kerja. AKTD yang memiliki jenjang pendidikan D2 hadir sebagai pilihan tepat bagi peserta didik, dengan biaya yang murah bahkan diberikan beasiswa tetapi memberikan kualitas yang dibutuhkan dunia kerja. Saat ini AKTD sudah memiliki lahan seluas 5.5 Ha untuk gedung baru hibah dari pemerintah daerah.

Turut mendampingi Wapres pada rangkaian kunjungan ke Kabupaten Tanah Datar, Ketua DPD RI Irman Gusman, Anggota DPR RI Betty Shadiq Pasadigoe, Mantan Gubernur BI Anwar Nasution, Dirut BPJS Fachmi Idris, Gubernur Sumatera Barat bersama Ibu Nevi Irwan Prayitno. (Humas)

Editor : Calva
Kategori : Sumatera Barat, Tanah Datar, GoNews Group, Ekonomi, Peristiwa

Loading...
www www