Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
Politik
13 jam yang lalu
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
2
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Kesehatan
24 jam yang lalu
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
3
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
12 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
4
Polisi Terus Usut Kasus Video Mesum Mantan Anggota DPRD
Peristiwa
23 jam yang lalu
Polisi Terus Usut Kasus Video Mesum Mantan Anggota DPRD
5
Hari Ini Pengumuman Hasil SBMPTN, Peserta Diminta Cermati Informasi dari PTN
Pendidikan
23 jam yang lalu
Hari Ini Pengumuman Hasil SBMPTN, Peserta Diminta Cermati Informasi dari PTN
6
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
11 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan
Irfendi-Ferizal Kompak Support Kesehatan Sekolah

Tim Penilai LSS Nasional Sigi SDN 03 Mungo

Tim Penilai LSS Nasional Sigi SDN 03 Mungo
Bupati Limapuluh Kota berpose dengan majelis guru SDN 03 Mungo, di halaman sekolah.(humas 50 Kota)
Rabu, 25 Mei 2016 21:13 WIB
Penulis: Tri Nanda
LIMAPULUH KOTA--Kedua pasangan kepala daerah Limapuluh Kota, Bupati Irfendi Arbi dan Wabup Ferizal Ridwan kompak menyambut rombongan tim penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS)  Tingkat Nasional 2016. Antusias kepala daerah bertujuan memberi motivasi dengan harapan, Limapuluh Kota bisa meraih juara LSS Nasional.

Hal itu disampaikan Irfendi, di hadapan para tim penilai LSS tingkat nasional, di rumah dinas bupati , di Labuah Basilang, Kota Payakumbuh, Senin (24/5). Saat ini, katanya, upaya perbaikan terus berjalan di lingkungan pendidikan di Limapuluh Kota. Tidak hanya kesehatan lingkungan, tapi juga karakter siswa serta tenaga pendidik. 

"Jujur saja, sejak lama, sekolah kami di Limapuluh Kota ini belum pernah mendapat prestasi di bidang kesehatan seperti lomba UKS atau LSS tingkat nasional. Kini, kami benar-benar serius melakukan pembenahan. Siapa tahu juara tahun ini. Kami selalu optimis," sebut Irfendi, disambut riuh tepuk tangan. 

Hadirnya pasangan kepala daerah memberi dukungan atas penilaian LSS, lanjut Irfendi, setidaknya akan memberi motivasi bagi para siswa serta aparatur sekolah yang terlibat penilaian nasional, yakni SDN 03 Mungo. Selain Irfendi dan Ferizal, turut memberi dukungan, Sekdakab Yendri Tomas, serta para kepala SKPD, terutamanya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan serta Bagian Kesra Setkab Limapuluh Kota.

Bupati mengapresiasi presiden melalui jajaran kementerian yang tengah menyelenggarakan LSS. Ajang ini dinilai perlu, untuk membangun perubahan menuju bangsa yang cerdas, sehat, berilmu dan beragama. "Menang kalah itu biasa dan itu takdir kita semua. Yang penting, mari kita berikan yang terbaik," ajak Irfendi.

Biltisar Bachtiar, salah satu penilai dari Kementerian Agama RI menyebutkan, kegiatan penilaian LSS menyasar 93 sekolah di Indonesia, yang meliputi 76 Kabupaten/Kota. Panitia penyelenggara dari ajang ini meliputi empat kementerian, yakni Kemendikbud, Kemenkes, Kemenag dan Kemendagri. "Limapuluh Kota, termasuk sekolah yang kami sigi," tuturnya. 

SDN 03 Mungo, Luak dipilih sebagai objek penilaian LSS Nasional, karena instansi sekolah ini sudah lama menerapkan berbagai program kesehatan lingkungannya. Setelah mendengar sambutan dan ekpos dari kepala sekolah SDN 03 Mungo,Hj.Ampera Wati,S.Pd  para tim penilai LSS Nasional 2016, didampingi Wabup Ferizal Ridwan, mereka langsung peninjauan.

Am­pe­rawati mengatakan, bentuk kegiatan UKS di sekolah ini diantaranya be­rupa pen­didi­kan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pemeliharaan lingkungan sekolah sehat. Sedangkan kegiatan penunjangnya be­rupa dokter kecil, pramuka, kegiatan keagamaan, ke­gia­tan kesenian, kawasan tanpa rokok dan lainnya.

“Peranan UKS di se­ko­lah ini sangat penting arti­nya karena cukup mem­bantu siswa dalam men­dapat­kan informasi dan pelayanan tentang ke­se­ha­tan,” ucap Amperawati.

Menurutnya, SDN 03 Mungo, telah me­ngem­bang­kan spesifikasi daerah be­ru­pa budidaya ikan. Hasil panen ikan di kolam itu digunakan untuk me­ning­katkan gizi anak-anak. Se­lain itu produksi ikannya juga diolah langsung men­jadi produk berupa abon ikan dan keripik ikan lele.

Sedangkan pada lahan keringnya pihak sekolah me­lakukan budidaya per­tanian dengan komoditi jagung, ubi kayu dan kacang tanah. He­bat­nya lagi, SD ini juga menjadi sekolah Adi­wi­yata dan me­laksanakan da­ur ulang sampah dan barang bekas seperti dari bahan plastik untuk membuat ce­le­mek, sepatu dan tas. Areal perkarangan sekolah me­mi­liki luas sekitar 5.565 meter persegi, sejumlah kolam dan kebun berbagai komoditi tanaman pangan.***

Editor : M.Siebert
Kategori : Pendidikan, GoNews Group, Limapuluh Kota

Loading...
www www