Home  /  Berita  /  Umum

Sensus Ekonomi 2016 Dimulai dari Rumah Wako

Sensus Ekonomi 2016 Dimulai dari Rumah Wako
Usai mengisi kuisioner SE, Walikota Riza Falepi disaksikan Kepala BPS dan Camat L.Kefrinasdi menyalami petugas pencacah SE 2016.
Rabu, 04 Mei 2016 06:19 WIB
Penulis: Bayu De Nura

PAYAKUMBUH--Bermula dari balairung rumah dinas kediaman Walikota Payakumbuh di Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, kegiatan nasional Sensus Ekonomi (SE) 2016, di Payakumbuh, dimulai. Tepat pukul 08.00 WIB, Minggu (1/5), BPS Kota Payakumbuh menurunkan 224 petugasnya, serentak pada 48 kelurahan di lima kecamatan, guna mencacah kegiatan usaha sasaran. Kegiatan SE itu, dijadwalkan berakhir 31 Mei mendatang.

 

Di rumah dinas kepala daerah, H. Riza Falepi, ST, MT, Dt. Rajo Kaampek Suku, selaku Walikota Payakumbuh, ditanyai 4 petugas dan seorang pengawas SE yang ditunjuk. Saat pencacahan perdana itu, petugas didampingi Kepala BPS Payakumbuh H. Ajri Fanzain bersama sejumlah kepala seksi, Camat Payakumbuh Timur L. Kefrinasdi, S. Sos dan   Lurah Tiakar Bobby Andhika, S.STP.
Menjawab pertanyaan petugas, sebagai kepala keluarga di rumah dinas, ayah tiga anak ini, mengaku tak punya usaha sampingan. “Kepala daerah tak boleh punya usaha lain. Kami harus fokus sebagai pemegang mandat dalam menjalani amanah rakyat sebagai pimpinan kota. Saya harus komit membangun kota demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Payakumbuh,” sebutnya.
Di bagian lain, Walikota Riza Falepi, mengajak warga kota untuk menyukseskan SE 2016. Warga diminta memberikan jawaban jujur dari jenis usaha yang dilakoninya. Jangan khawatir dan cemas, karena SE 2016 tak ada hubungannya dengan pajak atau pembayaran retribusi lainnya. Untuk itu, sambutlah kedatangan petugas SE dengan ramah, santun dan penuh senyum.
Menurut walikota, hasil pendataan SE 2016, juga akan menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat Payakumbuh. Lewat SE, pemko melalui  BPS, juga akan mendapatkan data ril jumlah penduduk miskin di kota ini. Sehingga ke depan, tak ada lagi data keluarga miskin  yang berbeda antara satu SKPD dengan lainnya.
Kepala BPS Payakumbuh   Ajri Fanzain, melaporkan, dalam menyukseskan SE 2016, pihaknya sudah melatih 167 pencacah dan 57 pengawas, total 224 petugas. Setiap 3 pencacah diawasi 1 pengawas  yang akan turun minimal pada 6 blok sensus  atau peta wilayah kerja. Di Payakumbuh, katanya didampingi stafnya H. Erman,  tercatat 396 blok sensus yang akan melakukan pendataan pada 31.719 KK dari total 127.826 jiwa penduduk kota ini.
SE sekali sepuluh tahun itu, diharapkan, bakal  mendapatkan potensi ekonomi masyarakat Payakumbuh. Jika pada  2006 diperoleh lebih kurang 14.000 jenis usaha di Indonesia, hasil SE 2016, diperkirakan akan melonjak tajam, lebih kurang 24.000 jenis usaha. “Usaha apa yang banyak di Payakumbuh, lewat SE ini akan dapat diketahui nantinya,” sebut Ajri.
Untuk itu, kepala BPS yang sudah mengabdi puluhan tahun di Payakumbuh ini, menyimpulkan, pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya. Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.***

wwwwww