Home  /  Berita  /  Politik

Plt Ketua DPR RI Fadli Zon Ternyata Urang Payakumbuh, Jadi Aktivis Sejak Mahasiswa

Plt Ketua DPR RI Fadli Zon Ternyata Urang Payakumbuh, Jadi Aktivis Sejak Mahasiswa
Fadli Zon. (fadlizon.com)
Minggu, 27 Desember 2015 21:17 WIB

FADLI Zon, SS, M.Sc, lahir di Jakarta, Indonesia, 1 Juni 1971 adalah seorang intelektual, penulis, budayawan, pengusaha, dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR-RI periode 2014 – 2019, merangkap Plt Ketua DPR RI pasca mundurnya Setya Novanto. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dan Master of Science (M.Sc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris. 

Kini sedang menempuh S3 di Program Studi Sejarah FIB UI. Aktivis mahasiswa awal 1990-an ini punya segudang kesibukan, selain aktif dibidang budaya, politik, jurnalistik, serta bisnis, Fadli Zon juga aktif menjadi pengajar di FIB UI.

Fadli Zon lahir di Jakarta dan dibesarkan di desa Cisarua-Bogor, putera pertama dari tiga bersaudara pasangan Zon Harjo (alm) dan Hj. Ellyda Yatim. Kedua orang tuanya adalah orang Minangkabau dari Payakumbuh, Sumatera Barat.

Ayah dua anak perempuan, Shafa Sabila Fadli (13 tahun) dan Zara Saladina Fadli (6 tahun) ini menyelesaikan pendidikan dasarnya di Cibeureum, Cisarua, Bogor. Melanjutkan SMP di Gadog, Bogor dan Jakarta. SMA selama dua tahun di SMA Negeri 31, Jakarta Timur. Ia kemudian mendapat beasiswa dari AFS (American Field Service) ke San Antonio, Texas, Amerika Serikat dan lulus di sana dengan predikat summa cum laude.

Sejak kecil, Fadli Zon suka membaca, berorganisasi dan menyukai karya tulis. Ia pun memenangkan berbagai kompetisi siswa berprestasi, lomba pidato, baca puisi, tulis puisi, drama, karya tulis, karya ilmiah, dan matematika. Ia juga pernah menjadi Ketua Kelompok Ilmiah Remaja SMAN 31, dan juara I mengarang se-DKI.

Semasa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi intra kampus maupun ekstra kampus, antara lain pernah menjadi Ketua Biro Pendidikan Senat Mahasiswa FSUI (1992-1993), Sekretaris Umum Senat Mahasiswa FSUI (1993), Ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI (1993-1994). Fadli juga berkali-kali memimpin demonstrasi mahasiswa UI dalam isu-isu nasional dan internasional. Ia ikut memimpin jaringan aktivis mahasiswa di Jawa dan mengusung gagasan ”Gerakan Mahasiswa 1990-an”. Selain mendukung ”parlemen jalanan,” ia juga turut membentuk dan menghidupkan kelompok-kelompok studi di dalam kampus UI era awal 1990-an. Sedangkan Untuk kegiatan budaya, ia bergabung dengan Teater Sastra UI.

Di luar kampus, ia pernah menjadi Sekjen dan Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) (1993-1995), pengurus pusat KNPI (1996-1999), pengurus pusat Gerakan Pemuda Islam (1996-1999), anggota Asian Conference on Religion and Peace (ACRP) sejak 1996. Dia sempat menjadi Wakil Ketua Yayasan BESTARI, sebuah LSM bidang anak-anak dengan aktivitas utama Rumah Dongeng Indonesia yang ikut


menyebarkan dongeng pada anak-anak dan membina kreativitas anak-anak Indonesia (1991-1994).Di FDI (Forum Dialog Indonesia), sebuah forum dialog pemuda dan aktivis membicarakan berbagai perkembangan nasional di bidang ekonomi, politik dan budaya, dia dipercaya sebagai Tim Pelaksana Aktivitas (1994-1996).
Tahun 1994, penggemar novel-novel Rusia ini terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia dan Mahasiswa Berprestasi III tingkat Nasional. Menjadi visiting student di departemen politik National University of Singapore tahun 1995 dan memimpin delegasi mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV (1994) di Malaysia.

Selama menjadi mahasiswa UI, ia mendapat kesempatan mengikuti berbagai konferensi dan seminar di luar negeri ,antara lain menjadi ketua delegasi mahasiswa Indonesia dan panelis The 40th International Student Conference di Jepang (1993); pembicara di Simposium Dinamika Gerakan Mahasiswa Islam Asia Tenggara di Malaysia (1994); ketua delegasi pemuda Indonesia dalam Korea-ASEAN Youth Cooperative Project di Korea Selatan (1994); peserta Saemaul Undong Training di Korea Selatan (1994); observer gencatan senjata Filipina-Moro di Filipina (1995); ketua delegasi Indonesia dalam ASEAN Youth Day Meeting IV di Filipina (1995); pembicara dalam South East Asia University Student Conference di Malaysia (1995); peserta World Friendship Week di Virginia, Amerika Serikat (1995); Delegasi Indonesia dalam Konferensi LSM ke-48 di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York (1995); Ketua Delegasi Indonesia dan pembicara dalam Asia-Pacific Youth Leadership Conference di Taipei, Taiwan (1996); pembicara Seminar National Build-up and Literary Process in South East Asia di Moskow dan St. Petersburg, Rusia (1996); Konferensi ACRP V di Thailand (1996); peserta Hitachi Young Leaders Initiative di Singapura (1997); dan lain-lain.

Tahun 2002, ia mendapat kesempatan belajar di London School of Economics and Political Science (LSE). Banyak pengalaman berharga yang didapatnya terutama mendapat kuliah dari intelektual-intelektual ternama. Fadli langsung berada dibawah pembimbing Prof. John Harriss, PhD (Director of Development Studies Institute, LSE) dan Prof. Robert Wade, PhD. Ia ikut beberapa organisasi seperti ASEN dan menjadi aktivis di LSE Stop the War Coalition (2002-2003) yang menentang invasi AS ke Irak.

Sebagai ahli studi pembangunan, Fadli Zon sering diundang sebagai pengajar tamu di Universitas Indonesia untuk program S1 dan S2 mata kuliah Ekonomi Politik dan International Development sejak 2005.Ia juga beberapa kali membimbing skripsi mahasiswa antara lain tentang pemikiran Joseph E. Stiglitz. Selain itu, ia juga sering tampil sebagai pembicara dalam diskusi, seminar, konferensi dan training-training mahasiswa. (***)

Editor:Marjeni Rokcalva
Sumber:Fadlizon.com
Kategori:Rantau, Payakumbuh, Politik
wwwwww