Home  /  Berita  /  Peristiwa

SDM Unggul Jadi Prioritas Jokowi, Gus AMI Minta Mendikbudristek Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

SDM Unggul Jadi Prioritas Jokowi, Gus AMI Minta Mendikbudristek Tingkatkan Minat Baca Masyarakat
Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar. (Foto:Istimewa)
Senin, 17 Mei 2021 09:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tingkat literasi masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah karena hanya menempati ranking ke 62 dari 70 negara, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Hal ini mengacu pada hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019.

Sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Hasil riset berbeda bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Disisi lain, akibat pandemi, sebanyak 58,2% penerbit mengalami penurunan penjualan. Dan hanya 4,1% yang penjualannya stabil selama terjadinya pandemi Covid-19 setahun terakhir. Hal ini mengacu pada data ikapi.org.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar menilai, kondisi ini sangat memprihatinkan. Sebab, pada periode kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menjadi salah satu prioritas.

Karena itu, bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh pada Senin (17/5/2021) hari ini, Gus AMI- sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar- meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk melakukan berbagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Selain itu, Kemendikbudristek juga harus melakukan digitalisasi produk buku untuk memberikan kemudahan akses membaca kepada masyarakat.

Menurut Gus AMI, pembangunan SDM menjadi kunci utama dalam kemajuan sebuah bangsa. Rendahnya daya saing bangsa juga diakibatkan dari rendahnya indeks pembangunan SDM. "Hal ini bermuara pada rendahnya inovasi, income per kapitanya, hingga rendah rasio gizinya. Itu semua akhirnya berpengaruh pada rendahnya indeks kebahagiaan warga," kata Gus AMI, Senin (17/5/2021).

Dengan situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, menurutnya, upaya peningkatan minat baca harus lebih serius lagi dijalankan. Sebab, proses belajar mengajar di sekolah berjalan secara timpang. Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih berjalan kurang maksimal.

"Maka yang bisa dilakukan adalah bagaimana anak-anak didik di masa pandemi ini bisa lebih banyak memanfaatkan waktunya dengan membaca di rumah. Harus ada kampanye sebuah gerakan mencintai buku, gerakan peningkatan literasi, dan itu harus diinisiasi oleh Kemendikbudristek sebagai lokomotif pendidikan nasional," tuturnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menuturkan bahwa misi pemerintah untuk menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas di periode kedua Jokowi sebagai langkah yang tepat. Sebab, SDM yang unggul menjadi kunci kemajuan bangsa.

"Tidak ada negara maju tanpa SDM unggul. Karena itu, keinginan Pak Jokowi ini harus didukung dan diwujudkan, salah satunya dengan bagaimana minat baca masyarakat kita, tingkat literasi kita bisa meningkat. Ironis sekali kalau melihat data-data tingkat literasi kita dibandingkan beberapa negara lainnya," urainya.***

wwwwww