Home  /  Berita  /  Peristiwa

Sambangi MUI Pusat, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dibidang Politik

Sambangi MUI Pusat, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dibidang Politik
Silaturrahmi DPP PKS ke MUI. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 01 Mei 2021 20:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jajaran pengurus DPP PKS melakukan silaturahmi dengan pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Rabu (28/4/21).

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan Anis Byarwati, turut hadir dalam rombongan pengurus DPP PKS yang dipimpin oleh Presiden PKS, Ahmad Syaikhu. Silaturahim ini merupakan bagian dari silaturahim kebangsaan yang dilakukan PKS dengan mengunjungi berbagai elemen bangsa. 

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat ini, Anis satu-satunya perempuan yang hadir dalam pertemuan ini, menyampaikan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang diterapkan dalam politik PKS terutama terkait dengan peran perempuan dalam politik praktis. 

“Di tengah masyarakat luas, diskusi tentang peran perempuan dalam politik mungkin masih menjadi perdebatan. Namun kami di PKS mencoba mengimplementasikan bagaimana kiprah perempuan ketika terjun dalam politik," kata Anis dalam keterangan yang diterima wartawan, Jumat (30/4/21) kemarin.

Lebih lanjut, anggota Komisi XI DPR RI ini menjelaskan bahwa anggota perempuan PKS yang terjun di dunia politik, dibimbing dan diberi arahan bagaimana ia harus bergerak. PKS juga sangat menekankan agar anggota perempuan PKS benar-benar menjaga keseimbangan antara kiprah di dunia politik dan juga kiprah di rumahnya, karena kewajiban asasi perempuan adalah di rumahnya.

"Saya sendiri sebagai anggota DPR RI dan ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, tetap harus menjaga keseimbangan antara menunaikan tugas public dan menunaikan tugas di rumah sebagai istri dan ibu. Karena itu adalah fitrah kita sebagai perempuan,” tuturnya.

Anis yang merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Timur ini melanjutkan penjelasannya bahwa PKS memiliki fokus pada masalah ketahanan keluarga. 

"Kita menyadari bahwa unit terkecil dari masyarakat adalah keluarga. Sehingga jika kondisi keluarga baik, maka kondisi masyarakat pun akan baik. Dan jika kondisi  masyarakat baik, maka masyarakat akan mampu berkontribusi untuk membangun bangsa yang baik," paparnya. 

Jadi keluarga adalah komponen terkecil tapi sangat menentukan bagaimana sebuah peradaban dimulai. "Tidak ada peradaban tanpa ada keluarga yang dibentuk dengan baik," katanya.

Ia menegaskan, PKS memiliki pusat pembelajaran dan pelatihan untuk ketahanan keluarga dengan program yang digulirkan bernama Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang keberadaannya tersebar di seluruh Indonesia. 

Ibu dari delapan orang anak ini menambahkan bahwa PKS menempatkan perempuan diberbagai bidang. Sebagaimana dirinya yang menjadi Ketua DPP Bidang Ekonomi dan Keuangan, maka ia bukan saja memikirkan bagaimana ekonomi rumah tangga tapi juga ekonomi negara. Anis menyampaikan satu kabar gembira bahwa Ekonomi Syari’ah yang menjadi salah satu alternatif ekonomi di Indonesia, pakar-pakarnya ada di PKS. 

Oleh karena itu, PKS tidak hanya mendukung penuh masuknya RUU ekonomi syariáh ke dalam prolegnas, akan tetapi siap memberikan kontribusi terbaik dalam pembahasannya.***

wwwwww