Home  /  Berita  /  Umum

Tuntas! Kemendagri Serahkan 53 Akta Kematian Awak KRI Nanggala 402

Tuntas! Kemendagri Serahkan 53 Akta Kematian Awak KRI Nanggala 402
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah (kiri) saat menyerahkan dokumen kependudukan korban insiden KRI Nanggala kepada Wakil Ka. Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono (kanan) di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Kamis (29/4/2021). (foto: ist./tim media dukcapil/rio)
Kamis, 29 April 2021 16:44 WIB
JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kemendagri (Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri), Zudan Arif Fakrulloh atas nama Menteri Dalam Negeri secara resmi menyerahkan sebanyak 53 Akta Kematian awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam tugas.

Informasi yang diterima GoNEWS.co menyebut, penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Zudan kepada Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Selain Akta Kematian, juga ikut diserahkan dokumen kependudukan berupa KK (Kartu Keluarga) dan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) terbaru bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Kami atas nama Menteri Dalam Negeri turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa para awak kapal KRI Nanggala-402. Kami menyampaikan dokumen kependudukan berupa Akta Kematian, Kartu Keluarga dan KTP-el terbaru satu pintu melalui Mabes TNI AL agar dapat diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan para korban. Di Dukcapil itu, kalau ada yang mengurus akta kematian buat yang telah berkeluarga diserahkan 3 dokumen sekaligus," kata Dirjen Zudan saat bertemu dengan Wakasal Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono.

Kata Zudan, penerbitan dokumen kependudukan ini dilakukan secara cepat, mudah dan gratis. Keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri, karena sudah diuruskan oleh jajaran Dukcapil kabupaten/kota sesuai alamat KTP-el atau KK korban.

"Hal ini bisa dilakukan karena semua layanan Dukcapil sudah terkoneksi online. Semua dokumen kependudukan ditandatangani secara digital sehingga tidak perlu dilegalisir. Dokumennya bisa dicetak dengan kertas putih HVS biasa dengan tanda tangan elektronik lengkap dengan QR Code untuk mengecek keasliannya," kata Dirjen Dukcapil yang didampingi Direktur Pencatatan Sipil, Handayani Ningrum.

Dirjen Zudan menambahkan, dokumen yang diserahkan tersebut sangat diperlukan keluarga korban untuk mengurus keperluan mendesak seperti asuransi, atau keperluan urgent lainnya yang hanya bisa diurus dengan menyertakan dokumen Akta Kematian korban.

Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono pada kesempatan itu menyatakan sangat berterima kasih atas respons cepat Dukcapil dengan menerbitkan Akta Kematian dan dokumen lain yang dibutuhkan para keluarga korban.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri yang sangat responsif. Kami secepatnya akan menyerahkan kepada keluarga korban," kata Laksamana Ahmadi Heri Purwono.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Rilis
Kategori:GoNews Group, Nasional, Pemerintahan, Umum
wwwwww