Home  /  Berita  /  Peristiwa

Airlangga Tertinggi di Survei, Idris Laena: Saatnya Golkar Usung Kader Sendiri di Pilpres 2024

Airlangga Tertinggi di Survei, Idris Laena: Saatnya Golkar Usung Kader Sendiri di Pilpres 2024
Ketua Fraksi Golkar MPR, Idris Laena dalam diskusi di Media Center Parlemen. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 16 April 2021 16:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pemilihan presiden (Pilpres) mendatang baru akan digelar pada tahun 2024. Artinya, masih kurang lebih tiga tahun lagi. Tapi nama-nama bakal calon presiden sudah mulai bermunculan.

Terbaru dan yang paling menarik adalah rilis dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang menempatkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas tertinggi (18,6 Persen) sebagai tokoh partai politik yang cocok menjadi presiden pada 2024.

Bukan itu saja, survei Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) juga merilis, Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi (15.7 persen).

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Idris Laena mengaku tak terkejut dengan beberapa hasil survei yang menempatkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada posisi teratas tokoh partai dengan elektabilitas tertinggi.

"Saya tidak terlalu kaget dan menganggap Airlangga Hartarto pantas mendapatkan hasil survei seperti itu," ujarnya, dalam siaran pers, Jumat (16/4/2021).

Soalnya, menurut Idris, sejak dilantik Sebagai Menko Perekonomian, Airlangga banyak melakukan peran strategis di bidang ekonomi. Khususnya, selama masa pandemi Covid-19. Airlangga juga mempersiapkan berbagai kebijakan untuk menghadapi persoalan ekonomi nasional pasca pandemi virus Corona.

"Saya merasa bahwa masyarakat paham betul peran beliau dan tentu saja sangat mengapresiasi kinerja Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian," imbuh Idris.

Dia menambahkan, kiprah Airlangga Hartarto sangat menarik untuk disimak. Sebagai ketua umum partai dengan perolehan kursi terbesar kedua di parlemen, dia bisa saja bermanuver untuk lebih banyak membangun pencitraan untuk menghadapi pemilihan presiden (Pilpres 2024).

Namun, kata Idris, Airlangg memilih fokus menjalankan amanah yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menko Perekonomian.

"Coba kita lihat, semua kebijakan Presiden Jokowi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pasti Airlangga Hartarto mendapat peran yang sangat penting. Beliau dipercaya Sebagai Komite Penanganan Covid 19 dan PEN," tuturnya.

Peran Airlangga, mulai dari pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja, Kartu Prakerja, Optimalisasi Kredit Usaha Rakyat, dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Atas prestasi tersebut, Partai Golkar melalui Rakernas dan Rapimnas telah memutuskan dan menetapkan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Golkar pada Pilpres 2024.

Kader beringin, tutur Idris, sudah tidak sabar dan mulai mensosialisasikan keputusan itu di seluruh provinsi dan di kabupaten/kota se-Indonesia.

"Sudah saatnya Partai Golkar mengusung kadernya sendiri sebagai calon presiden pada Pilpres 2024," tandas Idris.

Sebelumnya diberitakan, nama Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memiliki tingkat keterpilihan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh pria lain yang ada di negeri ini, untuk Pilpres tahun 2024 nanti.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) Daniel Zafnat Paneah menjelaskan, hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaganya pada tanggal 26 Maret hingga 8 April 2021 lalu.

"Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dengan tingkat keterpilihan 15.7 persen," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (16/4/2021).

Kemudian di urutan kedua, lanjut dia, ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 10.2 persen, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 9.1 persen, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar 8.4 persen.

"Serta Anies Baswedan 7.2 persen , Yaqut Cholil Qoumas 7.1 persen, Tito Karnavian 6.4 persen, Gatot Nurmantyo 6.2 persen, Prabowo Subianto 5.1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3.1 persen dan beberapa tokoh lainnya sebesar 5.7 persen dan yang tidak memberikan pilihan sebesar 15.8 persen," urainya.***

wwwwww