Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Respon Permintaan DPD RI, Sandiaga Uno Bakal Ngantor di Sumatera

Respon Permintaan DPD RI, Sandiaga Uno Bakal Ngantor di Sumatera
Menpar Sandiaga Uno bersama Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin dalam suatu kesempatan.(Foto: Istimewa)
Minggu, 07 Februari 2021 13:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menparekraf, Sandiaga Uno mulai berkantor harian di Bali untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi virus Corona (Covid-19), Kamis 28 Januari 2021.

Hal tersebut dilakukan Sandiaga Uno untuk dapat melihat, mendengar dan merasakan langsung keluhan pelaku usaha serta mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Langkah Sandiaga Uno tersebut sempat mendapat protes dari Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin. Menurutnya, bukan hanya di Bali, Sandiaga juga harus ngantor di Sumatera Utara.

"Mewakili seluruh anggota DPD RI sub wilayah barat I, tentu kami akan sangat gembira sekali jika Pak Menteri Sandiaga bisa menjadwalkan pula untuk tidak hanya berkunjung, tapi juga berkantor di salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatera. Banyak sekali potensi wisata yang berbasis eco tourisme bisa didorong untuk menjadi salah satu pusat destinasi wisata dengan standar nasional bahkan internasional," kata Wakil Ketua DPD, Sultan B Najamuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/1/2021) lalu.

Bak gayung bersambut, permintaan Sultan B Najamudin, agar Sandiaga Uno tidak hanya berkantor di Bali mendapat respon positif. Sandiaga, mengaku akan menerima permintaan Senator asal Bengkulu itu.

Demikian diungkapkan Sultan Najamudin kepada GoNews.co, Minggu (07/02/2021) melalui pesan Whatsapp di Jakarta.

"Alhadulillah, permintaan kami mendapat respons positif dari beliau (Sandiaga Uno, red). Bahkan setelah komunikasi langsung, Bung Sandi terlihat sangat antusias ingin berkantor di Sumatera," tegasnya.

"Kita juga sepakat dalam waktu dekat akan segera mengagendakan pertemuan formal kelembagaan untuk melanjutkan diskusi khusus mengenai langkah-langkah agar dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata di Sumatera bisa dioptimalkan," timpalnya.

Kedua jebolan HIPMI itu, dalam komunikasi awal sepakat harus ada pendekatan serta perhatian khusus terhadap pengembangan pariwisata di Sumatera. "Kita akan berkirim surat kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menindak lanjuti respon dari Pak Menteri. Selain itu, kita juga akan mengundang teman-teman pelaku dan pemerhati pariwisata di Sumatera agar dalam dialog tersebut dapat memberi masukan serta bertukar ide, pikiran, serta gagasan kepada beliau", ujarnya.

Selain itu, Ia juga mengapresiasi ide dari pengusaha sekaligus penggiat pariwisata Sanggam Hutapea yang merupakan pencetus ide Tapanuli Nias Adventure tentang pentingnya kebijakan yang terintegrasi (paket pariwisata) dari Aceh hingga Lampung yang didalamnya melibatkan kerjasama lintas daerah dengan tetap berbasis potensi keunggulan masing-masing wilayah.

"Ide Sumatera adventure dari Sanggam Hutapea itu sangat luar biasa. Dalam agenda kita bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nanti sangat mungkin kita libatkan seluruh stakeholder yang mewakili penggiat pariwisata itu sendiri. Dan yang paling penting bahwa DPD RI berkomitmen penuh mendukung bagaimana setiap ide-ide konstruktif yang berkembang di publik dapat kita dorong menjadi referensi dan pertimbangan pemerintah pusat," pungkasnya.***

wwwwww