Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Pasca Pemberian Vaksin Covid-19, Pemkab Agam juga Antisipasi KIPI

Pasca Pemberian Vaksin Covid-19, Pemkab Agam juga Antisipasi KIPI
Pasca Pemberian Vaksin Covid-19, Pemkab Agam juga Antisipasi KIPI. (doc hms pmkb agam)
Minggu, 31 Januari 2021 23:14 WIB
AGAM - Sebelum pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang direncanakan dicanangkan pada Senin 1 Februari 2021, Pemerintah Kabupaten Agam juga sudah menggelar rapat koordinasi lanjutan. Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Drs Martias Wanto tersebut membahas hal teknis, sasaran dan penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, Indra memaparkan pada awak media, sejumlah maksud dan tujuan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. selain meningkatkan imunitas individu, vaksin juga berdampak pada ketahanan kelompok, sebutnya.

“Maknanya, apabila di suatu daerah sudah 70-80 persen yang divaksinasi, maka satu daerah sudah bisa terlindungi. Selain melindungi diri sendiri, vaksin juga melindungi orang lain,” ujarnya.

Dikatakan juga oleh Indra, pada tahap awal vaksinasi diprioritaskan bagi petugas kesehatan, karena beresiko tinggi terpapar Covid-19. Tahap II vaksinasi akan menyasar kelompok sektor pelayanan publik seperti TNI/Polri, Petugas Damkar, Petugas PLN, PDAM, dan sebagainya.

“Untuk tahap tiga, vaksin menyasar masyarakat berusia antara 18-59 tahun, dan tahap empat tenaga pendidikan dan pemerintahan,” tambahnya.

Menunggi pelaksanaan vaksinasi yang direncanakan Rabu mendatang, pihaknya sudah menyiapkan 23 Puskesmas dan 1 RSUD untuk tempat pelaksanaan vaksinasi. Disebutkan, di setiap Puskesmas sudah terdapat 5 vaksinator yang sudah terlatih.

“Saat ini vaksin sudah sampai, tahap awal ada 2.600 unit, vaksin disimpan dan dijaga ketat di ruang farmasi Dinkes Agam,” ungkap Indra.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa berlangsung bertahun-tahun. Pihaknya memprediksi semua sasaran tervaksinasi di tahun 2022.

“Data sementara setidaknya sasaran vaksin untuk masyarakat berusia 18-59 sebanyak 301.105 jiwa ditambah ASN Kesehatan 1.292 jiwa,” sebutnya.

Teknis pelaksanaan vaksinasi melewati empat tahap, meliputi pendataan, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi dan observasi pasca pemberian vaksin minimal 30 menit. “Setelah pemberian vaksin, maka sasaran akan diobservasi selama setengah jam, kalau aman baru bisa meninggalkan lokasi,” ulsnya.

Kita mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Disebutkan KIPI bisa berupa alergi lokal yang muncul dalam waktu cepat, dan alergi sistematik yang membutuhkan penanganan lanjutan. “Untuk itu di lokasi benar -benar disiapkan peralatan kesehatan, ujar Indra.

Guna menghindari kemungkinan KIPI, kita menyarankan sasaran untuk melakukan vaksinasi di tempat dimana biasa berobat. Sehingga, rekam medik yang bersangkutan bisa mudah diketahui, tutupnya.(**)

Editor:Jontra
Sumber:Humas Pemkab Agam
Kategori:Agam, Pemerintahan
wwwwww