Home  /  Berita  /  Peristiwa

Group WhatsApp Forum Wartawan Muslim dan Pers Nusantara Beralih ke Aplikasi BiP

Group WhatsApp Forum Wartawan Muslim dan Pers Nusantara Beralih ke Aplikasi BiP
Group Pers Nusantara dan FWM pindah ke aplikasi BiP. (Foto: GoNews.co)
Selasa, 19 Januari 2021 17:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sejak Whatsapp merilis kebijakan barunya menyangkut privasi data pengguna, masyarakat Indonesia mulai mencari aplikasi pengiriman pesan alternatif selain Whatsapp.

Beberapa grup percakapan di Whatspps kini mulai membuat grup percakapan serupa di aplikasi BiP

Mereka yang beralih ke aplikasi pengiriman pesan selain Whatsapp umumnya khawatir dengan perlindungan privasi mereka di WhatsApp.

Salah satunya adalah group Whatsapp para jurnalis yakni Pers Nusantara dan Forum Wartawan Muslim. "Kita pindahkan group Forum Wartawan Muslim ke Aplikasi BiP," ujar salah satu Admin sekaligus inisiator FWM, Dili kepada GoNews.co, Selasa (19/1/2021)

Hal yang sama juga diungkapkan Anggota FWM, Wartawan Riaupos, Yusnir dan Chairul dari Tribunews. "Aplikasi BiP lebih mudah digunakan," ujar Yusnir.

"Saya bangga menggunakan BiP karena dibuat oleh Turki, negara Muslim. Saya merekomendasikan teman-teman saya untuk beralih ke BiP," timpal Chairul.

Hal serupa diungkapkan penggagas Group Whatsapp Pers Nusantara, Muslikhin. "Sama dengan Forum Wartawan Muslim, Pers Nusantara juga pindah ke BiP, " ujar Wartawan GoNews Group itu.

Pindahnya group FWM dan Pers Nusantara ke aplikasi BiP juga disambut baik para anggotanya. "Mantap semoga semakin banyak yang memakai aplikasi ini," ujar Rofik.

Sebelumnya diberitakan, Ahmad Faishal Fahmi, seorang ahli anestesiologi di provinsi Jambi, mengatakan aplikasi BiP menawarkan kualitas video dan font yang lebih baik dan lebih mudah dibaca daripada Whatsapp.

Namun, ia mengaku masih sulit bagi beberapa nomor operator untuk mengirimkan SMS verifikasi guna mendaftarkan akun.

"Tidak ada fitur format teks seperti tebal, miring dan lain-lain. Fitur siaran langsung YouTube juga belum ada," kata Fahmi.

Dia mengatakan, jika BiP dapat mengakselerasi teknologinya dengan cepat, bukan tidak mungkin aplikasi tersebut mengakomodasi sistem pembayaran digital yang diterima di seluruh dunia atau setidaknya di negara-negara Muslim.

Ahmad Faishal Fahmi yang merupakan admin dari kelompok komunitas Muslim lintas profesional, Ia melihat banyak orang Indonesia yang menggunakan BiP sebagai bagian dari protes terhadap Facebook yang menurutnya membatasi kebebasan berbicara umat Islam dengan kebijakannya yang mengabaikan hak privasi.

Selain itu, langkah ini juga dilatarbelakangi oleh semakin menguatnya sentimen terhadap produk negara muslim dan apresiasi atas kemajuan Turki, tambahnya.

'Aman dan nyaman'

Ahmad Ufuwan, seorang praktisi IT di Jakarta, mengatakan alasan banyak orang Indonesia beralih ke BiP adalah karena aplikasi tersebut menjamin keamanan yang lebih baik daripada pesaing Amerika dan lebih nyaman digunakan.

"Saya pribadi merasa nyaman menggunakan BiP, dan aplikasinya berkomitmen pada keamanan data," kata Ufuwan AA.

Ia mengatakan, aplikasi BiP ini mudah digunakan oleh orang biasa, sehingga semua orang dapat dengan mudah beradaptasi dengan fitur-fiturnya.

Dikembangkan oleh operator telepon seluler Turki, Turkcell, BiP diunduh oleh lebih dari 10 juta orang sejak 6 Januari hingga Kamis (14/1/2021) pekan lalu.

"BiP layak menjadi aplikasi pengganti WhatsApp di Indonesia yang mayoritas penduduknya memiliki keterkaitan historis dengan Turki," kata Ufuwan.

Dikembangkan oleh operator telepon seluler Turki, Turkcell, BiP diunduh oleh lebih dari 10 juta orang sejak 6 Januari hingga Kamis (14/1/2021) pekan lalu.

Jumlah orang yang mengunduh aplikasi di seluruh dunia telah melampaui 60 juta.

Lonjakan unduhan aplikasi telah mendapatkan momentum di seluruh dunia setelah WhatsApp, yang memiliki lebih dari 2 miliar pengguna, baru-baru ini memperkenalkan perubahan kontroversial pada kebijakan privasinya.

Di kebijakan barunya, Whatsapp dimungkinkan berbagi lebih banyak data dengan perusahaan induknya, Facebook.

WhatsApp pada hari Jumat menunda tenggat 8 Februari untuk menerima pembaruan karena pengguna meninggalkan layanan dan berbondong-bondong ke saingan Telegram, Signal dan BiP.

Ini mendorong batas waktu hingga 15 Mei.

Sekitar 2 juta pengguna rata-rata memasang aplikasi Turki per hari minggu lalu, dengan angka tersebut melebihi jumlah unduhan sebelum 6 Januari, hari WhatsApp memperbarui persyaratan privasinya.

Aplikasi BiP merupakan hasil kolaborasi dari operator seluler GSM di Turki, yakni Turkcell, Türk Telekom dan Vodafone.

Aplikasi ini mendapatkan respons global yang masif. Dalam beberapa hari terakhir, aplikasi BiP meraih jumlah unduhan 2 jutaan pengguna baru per hari.

Sampai Jumat, 15 Januari 2021 lalu, aplikasi ini diunduh oleh 6,4 juta pengguna baru dan membuatnya sebagai salah satu aplikasi pengiriman pesan yang paling diminati pengguna seluler sebagaimana Telegram.

Total pengguna global aplikasi BiP saat ini mencapai 60 jutaan orang dan diperkirakan akan terus melonjak menembus angka 100-an jutga pengguna dalam beberapa bulan ke depan.***

Kategori:Umum, Peristiwa
wwwwww