Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hetifah Dukung Sandi Prioritaskan Program Desa Wisata

Hetifah Dukung Sandi Prioritaskan Program Desa Wisata
Wakil ketua Komisi X DPR RI fraksi partai Golkar Hetifah Sjaifudian (kiri), menteri Parekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) di sela gelaran rapat yang berlangsung di Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2021). (foto: ist.)
Jum'at, 15 Januari 2021 16:59 WIB
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekra) memaparkan garis besar program unggulan yang akan berfokus pada inovasi terkait big data, adaptasi terhadap CHSE, dan kolaborasi antar kementerian/lembaga terkait.

Dalam paparan yang disampaikan dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, Kamis, kemarin, Kemenparekraf juga menyatakan perhatian khusus terhadap Desa Wisata.

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyatakan harapannya; "Mas Sandi dapat menciptakan beragam inovasi yang cepat dan tepat sasaran dalam menyelamatkan sektor parekraf,".

Secara tertulis, Jumat (15/1/2021), Hetifah yang juga ketua Panja Pemulihan Pariwisata DPR RI megungkapkan pada GoNews.co, dirinya mendorong penciptaan data yang reliable, terbarukan, dan akurat.

"Akan kami dukung penuh karena berfungsi sebagai kunci kebijakan yang tepat sasaran. Untuk mendapatkan data yang lengkap diperlukan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan komunitas/organisasi pelaku parekraf harus terus dilibatkan dalam meng-update data-data ini," kata Hetifah.

Terkait program Desa Wisata, lanjut Hetifah yang merupakan legislator fraksi Golkar, Kalimantan Timur itu, dengan 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim, tersedia banyak sekali destinasi desa wisata eksotik dan potensial.

"Gerakan 'We Love Kalimantan' pada program Desa Wisata dapat dilakukan. Misalnya, masyarakat Kalimantan Timur berwisata ke Kalimantan Barat atau Tengah. Sehingga memanfaatkan wisatawan lokal dan tidak memerlukan transportasi pesawat," ujar Hetifah.

Ke depan, kata Hetifah, perlu dijalin kerjasama dengan Kemendes atau BPS untuk mengumpulkan data yang lebih dinamis untuk menggali potensi desa-desa wisata di berbagai provinsi.

"Sehingga program one village one product menjadi tepat. Misal, mengapa Tasikmalaya fokus pada anyaman, mungkin karena bahan baku. Sedangkan daerah lain mungkin unggul karena geografinya. Jadi, profiling yang akurat sangat penting," pungkas Hetifah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, Politik, Nasional, GoNews Group
wwwwww