Home  /  Berita  /  Peristiwa

Rombongan Moge Sering Arogan, Dandim Minta Pengeroyokan 2 Prajurit TNI Diusut Tuntas

Rombongan Moge Sering Arogan, Dandim Minta Pengeroyokan 2 Prajurit TNI Diusut Tuntas
Dua tersangka pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi ditahan di kantor polisi. (detikcom)
Minggu, 01 November 2020 15:43 WIB

BUKITTINGGI -- Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam, Letkol Arh Yosip Brozti Dadi, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota klub motor gede (moge) terhadap dua prajurit TNI di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Dua tersangka pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi ditahan di kantor polisi. (detikcom)


Dikutip dari detik.com, Yosip Brozti Dadi menuturkan, kedua anggotanya sudah menghindar dan keluar bahu jalan saat rombongan touring moge melintas.

''Keduanya anggota unit intel Kodim. Mereka sudah minggir dan keluar dari bahu jalan saat diminta menepi oleh rombongan di depan. Tapi ada rombongan yang tertinggal dan terpisah di bagian belakang masih menyuruh minggir juga, sehingga terjadi adu mulut yang berujung penganiayaan terhadap anggota saya,'' kata Yosip Brozti Dadi kepada detikcom, Sabtu (31/10/2020).

Ia menyebut, persoalan yang menimpa anggota Kodim 0304/Agam itu sudah dilaporkan ke Korem 032/Wirabraja dan Kodam I/Bukit Barisan.

''Kita komitmen untuk mendorong persoalan ini ke ranah hukum. Kita laporkan ke Polres untuk proses hukum,'' katanya.

Letkol Yosip meminta pelaku pengeroyokan yang telah ditetapkan sebagai tersangka diproses sesuai hukum yang berlaku. Menurut dia, tidak ada warga negara di Indonesia yang kebal hukum. Ia ingin ada efek jera, karena selama ini rombongan moge sering arogan di jalan raya.

''Apa yang dilakukan moge tidak bisa kita benarkan. Banyak sekali kegiatan touring-touring moge ini sering mengambil hak orang lain. Merasa mereka yang punya jalan,'' katanya.

Dua Prajurit TNI Dikeroyok

Peristiwa pengeroyokan terhadap 2 anggota Kodim 0304/Agam itu terjadi pada Jumat (30/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Kasus bermula dua anggota TNI berpangkat Serda menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas.

Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor dua prajurit TNI keluar dari bahu jalan.

Kemudian terjadi cekcok mulut saat prajurit TNI menyetop dan menanyakan maksud konvoi moge itu memotong jalannya. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap dua anggota intel Kodim 0304/Agam.

Atas peristiwa ini, HOG SBC mengakui ada kekeliruan atas insiden pengeroyokan yang mengakibatkan dua orang prajurit TNI tersebut luka-luka. HOG SBC juga menyampaikan permohonan maaf atas kasus tersebut.

Meski demikian, polisi sudah menetapkan dua orang pengendara dan pelaku pengeroyokan sebagai tersangka. Kedua tersangka berinisial MS (49) dan B (28), dan kini ditahan di Rutan Markas Polres Kota Bukittinggi. MS dan B dikenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap seseorang. Keduanya terancam hukuman lima tahun penjara.

Terkait peristiwa ini, Harley Owners Group Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) meminta maaf atas perbuatan anggotanya. HOG SBC mengakui ada kekeliruan atas insiden pengeroyokan yang mengakibatkan dua prajurit TNI tersebut luka-luka. HOG SBC juga menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan menghormati proses hukum oleh kepolisian.

''Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya kegaduhan atas kejadian tersebut. Kedua, Kami atas nama HOG SBC, memohon maaf kepada seluruh korban pemukulan yang dilakukan oleh anggota HOG SBC. Ketiga, kami memohon maaf kepada pihak seluruh anggota TNI khususnya Kodim setempat dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya Kabupaten Bukittinggi,'' kata Public Relations HOG SBC Epriyanto dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (31/10/2020).***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Hukum, Peristiwa
wwwwww