Home  /  Berita  /  Ekonomi

Selama 4 Bulan Berdagang di Masa Pandemi Covid - 19, Penyewa Toko Pasa Ateh Bukittinggi Masih Minim Pembeli

Selama 4 Bulan Berdagang di Masa Pandemi Covid - 19, Penyewa Toko Pasa Ateh Bukittinggi Masih Minim Pembeli
Pasa Ateh, Bukittinggi.
Senin, 26 Oktober 2020 17:37 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Setelah Pasa Ateh diresmikan secara virtual pada 18 Juni 2020, pedagang Pasa Ateh mencoba memulai kembali untuk menggerakkan roda perekonomian. Namun, karena bertepatan dengan pandemi Corona Covid - 19, harapan untuk bangkit seperti masih jauh dari harapan. Padahal Pemko Bukittinggi sudah berupaya membantu dengan tidak memungut sewa toko selama enam bulan.

Para pedagang di Gedung Pasa Ateh yang baru, masih mengeluhkan sepinya pembeli yang datang ke sana. Padahal, sudah 4 bulan lebih Pasa Ateh dibuka pasca diresmikan.

Saat gosumbar mengunjungi Pasa Ateh guna mengetahui seperti apa kondisi para pedagang di sana, Senin 26 Oktober 2020.

"Jika dilihat situasi sekarang, jauh lebih ramai yang dahulu. Seminggu ini, baru 1-2 kali jual beli. Gedungnya bagus tapi pembelinya sepi," ucap Efendi (32), seorang pedagang di Lantai III Pasa Ateh .

Jika kita lihat di sini, selain pembeli, sebenarnya banyak warga yang penasaran dengan Pasa Ateh dan lebih banyak berlalu-lalang sambil berselfie dan berfoto. Ini bisa di lihat pada saat Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional, yang mana pengunjung Pasa Ateh sangat ramai. Namun sayang, banyaknya pengunjung itu ternyata berbanding terbalik dengan jumlah jual beli yang dialami pedagang yang menempati kawasan Pasa Ateh ini.

Ketika memasuki lantai II, gosumbar juga mewawancarai seorang pedagang, ia adalah Rahadi, si pedagang baju muslim. Tak jauh berbeda, ia juga mengakui sepinya pembeli. Menurutnya, dalam seminggu kadang bisa tidak jual beli (pecah telur) .

"Sudah sebulan saya di sini. Mungkin karena Pasa Ateh masih baru dan juga karena efek virus corona jadi pembeli belum banyak," ucapnya.

Suasana serupa juga terjadi di Lantai I, pedagang baju Linda juga mengatakan hal yang sama. Bahkan lebih parah lagi.

"Dalam sebulan, baru 2 kali jual beli. Itu pun yang membeli karena kita sedang diskon. Tentu jauh lebih ramai Pasa Ateh sebelum bangunan baru ini," ungkapnya.

Seperti diketahui juga, para pedagang secara bertahap masuk ke dalam guna menempati bangunan 4 lantai senilai Rp292 Miliar itu.

Jika diperhatikan, Gedung Pasa Ateh sangat mewah dan dibangun dengan konsep greenbuilding. Pasa Ateh terbakar pada 2017 silam, setahun kemudian bangunan ini dibangun ulang dengan dana bantuan pemerintah pusat dan selesai akhir 2019 lalu.

Pemerintah Kota Bukittinggi , mengambil kebijakan dengan menggratiskan sewa toko bagi pedagang selama 6 bulan atau hingga Januari 2021 mendatang. Kendati sudah cukup lama diresmikan, hingga hari ini masih banyak pedagang yang belum menempati kawasan itu, puluhan toko masih terlihat ditutup dan belum ditempati oleh penyewanya. (**)

wwwwww