Home  /  Berita  /  Politik

123 Mahasiswa Dikabarkan Positif Covid-19 Usai Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ternyata Cuma Reaktif

123 Mahasiswa Dikabarkan Positif Covid-19 Usai Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ternyata Cuma Reaktif
Demo Mahasiswa tolak Omnimbus Law. (Kompas.com)
Senin, 19 Oktober 2020 16:06 WIB
JAKARTA - Unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat, mahasiswa dan kelompok buruh atau serikat pekerja, telah menjadi wadah penularan virus corona.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat ratusan mahasiswa yang dikabarkan positif Covid-19 usai mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar di berbagai wilayah itu. Informasi itu diperoleh Kemendikbud dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 tersebar di sejumlah wilayah.

"Setelah demo itu, tim Satgas Covid-19, Prof Wiku (Juru Bicara Satgas) melaporkan, ada 123 mahasiswa yang positif kena Covid-19," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam dalam diskusi bertajuk ‘Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Kampus’, Minggu (18/10/2020).

Secara rinci, Nizam menyebut, mayoritas kasus mahasiswa positif Covid-19 dilaporkan di DKI Jakarta (34 orang). Disusul kemudian di Medan, Sumatera Utara sebanyak 21 orang, di Surabaya, Jawa Timur ada 24 orang, dan di Bandung, Jawa Barat ada 13 orang. "Jadi banyak, ada dimana-mana. Itu yang terdeteksi," ucap Nizam.

Kendati demikian, informasi yang disampaikan Nizam berbeda dengan informasi yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19, sebelumnya. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, terdapat 123 orang yang dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test saat diamankan oleh aparat kepolisian.

Mereka yang diamankan adalah demonstran yang mengikuti unjuk rasa pada 6-8 Oktober, bukan hanya mahasiswa. Rinciannya, 21 dari 253 demonstran reaktif di Sumatera Utara. Kemudian, 34 dari 1.192 demonstran reaktif di Jakarta. Lalu, 24 dari 650 demonstran reaktif di Jawa Timur.

Selanjutnya, 30 dari 261 demonstran reaktif Covid-19 di Sulawesi Selatan, juga13 dari 39 demontrans reaktif di Jawa Barat. "1 dari 95 orang yang diamankan reaktif di daerah DI Yogyakarta dan hasil testing demonstran di Jateng yang masih dalam tahap konfirmasi," kata Wiku, pada 13 Oktober lalu.
Dengan demikian, total demonstran yang reaktif mencapai 123 orang hingga saat ini. Menurut Wiku, jumlah ini akan terus meningkat hingga 3 minggu ke depan. Hal ini mengingat penyebaran virus corona antar manusia terjadi begitu cepat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meralat pernyataan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Nizam, soal 123 mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut Wiku, 123 demonstran tersebut reaktif Covid-19, bukan positif Covid-19. "Saya menyampaikan jumlah demonstran yang reaktif saat konferensi pers," kata Wiku, Senin (19/10/2020).

Adapun, hasil reaktif Covid-19 diketahui berdasarkan hasil tes cepat atau rapid test. Namun, tes cepat hanya digunakan untuk melakukan penyaringan. Untuk membuktikan apakah orang tersebut memang positif Covid-19, maka harus dilakukan tes swab dan uji laboratorium dengan metode polymerase chain reaction. Wiku melanjutkan, data yang dia sampaikan berdasarkan hasil laporan aparat penegak hukum yang mengawal proses demonstrasi sebelum 13 Oktober 2020.

"Oleh karenanya, data tersebut kemungkinan masih bisa bertambah, karena demonstrasi lanjutan yang masih terjadi," kata dia.

Selain itu, Wiku juga menegaskan bahwa 123 orang yang reaktif itu bukan hanya mahasiswa, namun seluruh demonstran. Selain mahasiswa, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja diikuti berbagai kalangan, termasuk para buruh. Sebelumnya, berdasarkan informasi yang disampaikan Nizam, terdapat ratusan mahasiswa yang dikabarkan positif Covid-19 usai mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar di berbagai wilayah itu. Menurut Nizam, mereka yang dinyatakan positif Covid-19 tersebar di sejumlah wilayah.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww