Home  /  Berita  /  Politik

Geruduk DPRD Kota Jambi, Anak STM: Ini Bentuk Solidaritas untuk Rekan Kami di Jakarta

Geruduk DPRD Kota Jambi, Anak STM: Ini Bentuk Solidaritas untuk Rekan Kami di Jakarta
Anak-anak pelajar STM dan SMK geruduk DPRD Kota Jambi. (Istimewa)
Rabu, 07 Oktober 2020 13:53 WIB
JAKARTA - Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jambi berhasil menemukan dua botol bom molotov di pinggir lapangan kantor Gubernur Jambi, pada saat ratusan mahasiswa bersama ratusan pelajar STM berunjuk rasa menuntut penegakan kasus hukum kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Jambi.

Ratusan mahasiswa dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam poros Cipayung plus di universitas di Jambi itu, mereka gelar di dua tempat yakni gedung DPRD Provinsi Jambi dan kantor Gubernur, Kamis, dengan tuntutan penegakan hukum kasus Karhutla.

Setelah para mahasiswa itu menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kepada pemerintah baik eksekutif dan legislatif, di waktu yang bersamaan juga datang ratusan pelajar dari beberapa SMK atau STM di Kota Jambi yang juga akan menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.

Namun saat para pelajar memasuki lapangan kantor Gubernur Jambi, pihak kepolisian menemukan dua botol bom molotov yang disimpan dalam kardus diletakkan di dekat lapangan tempat mereka menggelar aksi unjuk rasanya.

Ads

Di tengah aksi unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa dan pelajar aparat kepolisian mendapati dua buah bom molotov berisikan bensin yang kemudian langsung diamankan pihak kepolisian sehingga tidak terjadi anarkis dalam aksi mereka.

Kabidkum Polda Jambi, Kombes Pol Yudha Setia Budhi mengatakan bahwa anggotanya menemukan dua botol bom molotov dan saat ini masih dalam pengembangan, barang itu milik siapa dan didapat dari mana serta siapa yang menyuruh mereka.

Sementara itu Ketua Badko HMI Provinsi Jambi, Iin Habibi mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal bom molotov yang ditemukan polisi di tengah aksi unjuk rasa.

"Kita juga tidak tahu, tiba-tiba mereka hadir dan siapa yang mengajak para pelajar itu dan dirinya mengimbau kepada para pelajar SMA/SMK yang ada di Provinsi Jambi agar tidak terprovokasi dalam hal apapun," kata Ketua Badko HMI Provinsi Jambi, Iin Habibi.

Terkait ditemukannya bom molotov dalam aksi itu, Ketua Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Iin Habibi tidak bisa berkormentar. "No Coment bang,"

Selanjutnya, dirinya menilai kehadiran pelajar yang ikut aksi unjuk rasa itu merupakan bentuk solidaritas terhadap kejadian yang menimpa rekan-rekannya di Jakarta.

"Teman-teman Cipayung plus dipastikan tidak ada yg memobilisasi adik-adik pelajar STM itu dan setelah pelaksanaan aksi kita ajak adik-adik untuk mundur dan bubar secara teratur demi terciptanya situasi yang kondusif," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik
wwwwww