Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Olimpiade Tokyo 2021

Aldom Sugoro Inginkan TC ke Luar Negeri 

Aldom Sugoro Inginkan TC ke Luar Negeri 
Aldom Sugoro.
Sabtu, 29 Agustus 2020 23:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Petinju andalan Indonesia, Aldom Sugoro yang sedang menjalani latihan program pelatnas tinju ingin menjalani Trainning Camp (TC) di luar negeri dalam rangka meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2021.

"Saya ingin sekali menjalani TC di luar negeri untuk meningkatkan prestasi sehingga bisa meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2021," kata Aldom Sugoro yang ditemui saat peresmian HS Boxing Camp Ciseeng di Kampung Perigi Mekar Ciseeng, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2020). 

Menurut Aldo, TC di luar negeri itu sangat penting dalam upaya menambah pengalaman bertanding apalagi lawan-lawan yang bakal dihadapinya cukup berat. "Ya, saya butuh jam terbang lebih banyak untuk bisa tampil lebih baik sekaligus mengenal lebih banyak karekter lawan," jelasnya. 

Ketika ditanyakan negara mana yang  diinginkan sebagai tempat TC, Aldom menjawab, "Peta kekuatan tinju dunia itu ada di Kuba dan Uzbekistan. Kalau tidak di Kuba,  ya di Uzbekistan."  

Berbicara masalah peluang meraih tiket pada Kejuaraan Tinju Dunia di Paris, Aldom optimis. Alasannya, petinju terbaik dari kawasan Eropa sudah banyak yang lolos. 

Keinginan Aldom cukup beralasan. Pasalnya, dia tidak mau kehilangan peluang pada Kejuaraan Tinju Dunia  di Paris, Perancis, Mei 2021 yang merupakan babak kualifikasi terakhir menuju Olimpiade Tokyo 2021. 

Sebelumnya, Aldo yang turun di kelas terbang gagal meraih tiket pada pertandingan Kualifikasi Olimpiade zona Asia/Oseania di Amman, Yordania, 3-11 Maret 2020. "Di Paris nanti merupakan kesempatan terakhir. Jadi, saya akan fight habis-habisan untuk bisa meraih tiket ke Tokyo," katanya. 

Prestasi olahraga tinju amatir Indonesia memang pernah bersinar dengan menempatkan tiga petinju ke perempat fmalis Olimpiade. Yakni, Ferry Moniaga (Kelas Layang) pada Olimpiade Munchen 1972, Albert Papilaya (Kelas Menengah) pada Olimpiade Barcelona 1992 dan La Paena Masara (Kelas Layang) pada Olimpiade Atlanta 2000. ***


wwwwww