Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diburu Polisi Hingga ke Sijunjung, Pelaku Jambret yang Tewaskan Istri Purnawirawan TNI Kabur Lewat Loteng, Akhirnya Ditembak
Peristiwa
18 jam yang lalu
Diburu Polisi Hingga ke Sijunjung, Pelaku Jambret yang Tewaskan Istri Purnawirawan TNI Kabur Lewat Loteng, Akhirnya Ditembak
2
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
Peristiwa
20 jam yang lalu
Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Penumpang, Pemilik Dijadikan Tersangka
3
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
Politik
14 jam yang lalu
Pak Jokowi, Negara Bisa Kolaps Nih, Setengah Lebih APBN Berasal dari Utang
4
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Hujan Deras Mengguyur, Atap Gedung KPK Roboh
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Olimpiade Tokyo 2021

Setuju Aldom Jalani TC di Luar Negeri, Johni Asadoma: Tak Ada Kepeng

Setuju Aldom Jalani TC di Luar Negeri, Johni Asadoma: Tak Ada Kepeng
Ketua Umum PP Pertina, Johni Asadoma dan Manajer Tim Pleatnas, Hengky Silatang beserta para petinju pelatnas.
Sabtu, 29 Agustus 2020 23:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Indonesia (PP Pertina), Irjen Pol Johni Asadoma setuju dengan keinginan Aldom Sugoro menjalani TC di luar negeri. Apalagi, Aldom akan tampil pada Kejuaraan Tinju Dunia di Paris Mei 2021 yang merupakan babak kualifikasi terakhir Olimpiade Tokyo 2021.

"Saya setuju kalau Aldom ingin menjalani TC di luar negeri. Tetapi, kita masih terkendala dana. Tak ada kepeng (duit)," kata Jhoni Asadoma kepada Gonews.co Group pada acara peresmian HS Boxing Camp Ciseeng di Kampung Perigi Mekar Ciseeng, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2020).

Mantan Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sepakat Kuba dan Uzvekistan menjadi tujuan TC Aldom. Bahkan, dia menyebut Uzbekistan sudah mampu mematahkan dominasi Kuba pada Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016.  "Uzbekistan itu kekuatan baru tinju dunia. Di Olimpiade Rio de Janeiro, Uzbekistan meraih 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu sedangkan Brasil meraih 3 emas dan 2 perunggu," ujarnya. 

Dia juga mengungkapkan India yang tadinya tidak pernah diperhitungkan telah menjelma menjadi menjadi kekuatan tinju di kawasan Asia. "Petinju India itu paling lemah saat saya menjadi petinju. Selalu jadi bulan-bulanan. Begitu dipukul keluar darah dari langsung menyerah. Sekarang mereka menjadi lawan tangguh dan telah mencetak juara dunia," jelas Johni.

Selain mengeluhkan masalah kekurangan dana TC,  Johni juga mengeluh tidak adanya Padepokan khusus olahraga tinju seperti dimiliki cabang olahraga lain. "Bulutangkis itu sudah punya Padepokan. Begitu juga dengan Pencak Silat. Tinggal tinju yang belum ada. Sekarang aja pelarnas aja numpang," ujarnya. 

Saat ini, PP Pertina mempersiapkan 7 petinju pelatnas untuk Olimpiade Tokyo dan SEA Games Vietnam 2021. Mereka akan menjalani pelarnas di HS Boxing Camp. 

Petinju Pelatnas Olimpiade Tokyo dan SEA Games Vietnam 2021: 

1. Aldom Sugoro (Terbang)

2. Gill Mandagi (Bantam)

3. Luki Hary (Bantam)

4. Faran Papendang (Welter Ringan)

5. Mikhail Puspita (Menengah)

6. Silva Ratuliu (Bulu)

7. Ruswatun (Ringan). ***


wwwwww