Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan

Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, DR. Abdul Fikri Faqih. (Ist)
Kamis, 06 Agustus 2020 15:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA- Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari anggota FPKS dapil Tegal-Brebes Jawa Tengah, DR. Abdul Fikri Faqih menilai rencana pemerintah memberikan Bantuan Sosial (Bansos) untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta sejatinya baik dan patut diapresiasi. Termasuk bansos produktif hingga Rp30 triliun bagi 12 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tetapi, katanya, kebijakan ini terkesan dadakan apalagi dengan embel-embel untuk peningkatan belanja pemerintah.

Soal bansos, kata Abdul Fikri, sudah berapa kali Presiden menegur menterinya soal penyerapan anggaran penanganan Covid-19 beserta dampaknya terhadap perekonomian. Bahkan, Presiden juga menyoroti realisasi anggaran bansos itu saat rapat kabinet Senin (3/8/2020) kemarin.

"Bayangkan, kata presiden, dari Rp 695 stimulus untuk penanganan Covid-19 baru 20 persen yang terealisasi. Baru Rp 141 triliun. Presiden bilang masih kecil sekali. Ya memang kecil menurut saya. Apalagi dikatakan Presiden bahwa ada 40 persen kementerian DIPA-nya saja belum ada, bagaimana mau realisasi," katanya.

"Nah, ini bagaimana perekonomian bisa reborn, APBN yang diharapkan bisa menjadi stimulus justru lamban realisasinya. Sementara masyarakat sudah menjerit," tambahnya.

Ia khawatir ide menggelontorkan dana bansos untuk pekerja yang gajinya di bawah Rp5 juta ini untuk menutupi ketidakmampuan tim ekonomi pemerintah dalam mengeksekusi apa yang diinginkan presiden. "Stimulus tersendat. Maka dibuatlah bansos untuk pekerja ini. Makanya, saya berharap bila kebijakan ini betul-betul dieksekusi, skemanya harus jelas. Siapa saja 13 juta pekerja yang akan menerima dana Rp 32 triliun tersebut. Jangan sampai ini menimbulkan masalah lagi," tegasnya.

Berbicara rasa keadilan, Abdul Fikri mempertanyakan bagaimana nasib pekerja yang dirumahkan bahkan terkena PHK selama pandemi ini berlangsung. "Jangan sampai muncul kecemburuan sosial di tengah masyarakat yang sama-sama terdampak oleh pandemi, karena akan memunculkan risiko social unrest," imbuhnya. ***


wwwwww