Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
15 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
15 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
19 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
15 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
15 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
11 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Tito Ngaku Hanya Bisa Pasrah Jika Dirinya di Reshuffle

Tito Ngaku Hanya Bisa Pasrah Jika Dirinya di Reshuffle
Mendagri, Tito Karnavian. (Istimewa)
Selasa, 30 Juni 2020 18:57 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keluhannya terhadap kinerja menteri di kabinet yang ia pimpin. Jika masih ada yang kinerjanya jelek maka mantan gubernur DKI Jakarta itu, tidak segan-segan akan melakukan ‎reshuffle.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, soal reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Sehingga dirinya hanya bisa berserah diri ‎kepada kehendak ilahi.

"Jadi sekali lagi saya hanya bekerja saja. Masalah yang lain-lain jabatan itu di tangan Allah SWT dan keputusan hak prerogatif Bapak Presiden," ujar Tito di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/6).

Sementara mengenai Anggota Komisi II DPR yang juga politikus Johan Budi yang meminta Presiden Jokowi tidak melakukan reshuffle terhadap dirinya. Tito mengatakan dirinya tidak nyaman dengan yang disampaikan Johan Budi.

"Kemarin ada yang menyampaikan itu saya agak sedikit kurang nyaman mengenai masalah isu reshuffle. Nanti saya dikira ada pesanan dari saya, padahal tidak," katanya.

Tito juga mengetahui, yang diucapkan Johan Budi adalah spontan. Namun ia menegaskan itu bukan atas keinginan dirinya. Terpenting dirinya sebagai pembantu Presiden Jokowi hanya fokus pada tugas-tugas yang telah diamanahkan.

"Saya sebagai Mendagri hanya bekerja saya. Saya paham tugas saya sebagai Mendagri salah satunya untuk mengawal Pilkada ini bisa berlansung transparan adil dan lancar," ungkapnya.

Diketahui, Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020 lalu memberikan teguran keras kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara yang lambat dalam merealisasikan kebijakan penanganan Covid-19.

Presiden bahkan menyinggung opsi perombakan kabinet atau reshuffle di depan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada sidang kabinet itu.

Dalam pengarahannya, Presiden menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai belum memberikan progres kemajuan yang signifikan.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Presiden dalam video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Gelora.co
Kategori : GoNews Group, Pemerintahan, Umum

Loading...
www www