Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
12 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
12 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
16 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
GoNews Group
23 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
12 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
12 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
Loading...
Home  /   Berita  /   Payakumbuh

Payakumbuh Kehilangan PAD Rp300 Juta dari Sektor Wisata karena Tutup

Payakumbuh Kehilangan PAD Rp300 Juta dari Sektor Wisata karena Tutup
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Andiko Jumarel. (ANTARA/Akmal Saputra)
Rabu, 03 Juni 2020 23:52 WIB
PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp300 juta dari sektor pariwisata akibat penutupan objek wisata unggulan semenjak tiga bulan terakhir.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Andiko Jumarel di Payakumbuh, Rabu, mengatakan seluruh tempat wisata yang menjadi sumber PAD telah ditutup semenjak pertengahan Maret 2020.

"Tiga tempat wisata unggulan bagi pemasukan PAD yakni Ngalau Indah, kolam renang, dan Panorama Ampangan dengan potensi pendapatan sekitar Rp100 juta per bulan," ujarnya.

Ia mengatakan target PAD dari sektor wisata pada 2020 mencapai Rp1,5 miliar, sebagian besar disumbang dari tiga tempat wisata tersebut.

Namun saat ini pihaknya tidak dapat membicarakan target lagi, karena sudah hampir tiga bulan menutup tempat wisata ini, termasuk saat Libur Lebaran yang menjadi puncak keramaian pengunjung.

"Namun kami akan tetap menatap ke depan, dan mencoba upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai target PAD semaksimal mungkin ketika objek wisata ini sudah bisa dibuka kembali," ujarnya.

Untuk persiapan new normal di kawasan wisata, pihaknya telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menjalankan objek wisata saat pelaksanaan tatanan baru itu dimulai.

"Beberapa SOP yang telah dipersiapkan seperti memisahkan antara gerbang masuk dan keluar untuk pengunjung. Antrean di gerbang tiket juga diatur sedemikian rupa agar tidak berdesakan dan sesuai protokol kesehatan," sebutnya.

Selanjutnya, di pintu gerbang juga disediakan tempat cuci tangan. Untuk pengunjung, pihaknya juga mewajibkan seluruh pengunjung untuk penggunaan masker, bagi yang tidak memakai masker akan disuruh pulang atau harus membeli masker sebelum masuk ke objek wisata. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Ekonomi, Sumatera Barat, Payakumbuh

Loading...
www www