Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur 'Anu Gede'
Hukum
5 jam yang lalu
Digrebek saat Begituan dengan Pemulung, Bu Guru Ngaku Khilaf Tergiur Anu Gede
2
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
Politik
10 jam yang lalu
Setelah Jokowi Kunjungi Mal dan Stasiun, DPR Tanya: Kapan Bapak Kunjungi Masjid?
3
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
Politik
11 jam yang lalu
Segera Berlakukan New Normal, MPR Minta Empat Provinsi Ini Bersiap Diri
4
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
GoNews Group
13 jam yang lalu
TKA China Ngambek, Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
5
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan 'New Normal'
Pendidikan
14 jam yang lalu
Satgas Covid-19 DPR RI Sentil Kemendikbud soal Persiapan New Normal
6
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Politik
8 jam yang lalu
Demokrat: Waspadalah Gerakan PKI di Tengah Kegaduhan Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Iuran BPJS Naik, Zainuddin: Gejala Birokrasi Tak Lagi Visioner

Iuran BPJS Naik, Zainuddin: Gejala Birokrasi Tak Lagi Visioner
Ilustrasi: Ist./bisnis.com
Rabu, 20 Mei 2020 19:06 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Zainuddin Maliki, mengkritisi kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diputuskan pemerintah, setelah kenaikan iuran sebelumnya sudah dibatalkan Mahkamah Agung.

Dalam keterangan tertulis pada wartawan, Rabu (20/5/2020), Zainuddin menilai, fenomena kenaikan iuran ini-terlebih kenaikan kedua terjadi di tengah masa pandemi-sebagai gejala birokrasi yang tak lagi visioner.

"Pemerintah tak merasa salah, karena disiapkan subsidi untuk PBPU dan BP," kata Zainuddin.

Kendati mereka ini bersubsidi, kata Zainuddin, namun tahun depan kelas III pasti harus membayar kenaikan iuran itu, karena pemerintah mengurangi jumlah subsidinya. "Dengan iuran Rp 25.500 tanpa kenaikan, banyak keluarga yang merasakan kesulitannya, tidak terbayang bagaimana kesulitan mereka jika terkena kenaikan,".***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Kesehatan, Nasional, Politik

Loading...
www www