Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
24 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
20 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
5
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
6
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
20 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

PDP Corona Kabupaten Pasuruan Meninggal, Ternyata Idap HIV/AIDS

PDP Corona Kabupaten Pasuruan Meninggal, Ternyata Idap HIV/AIDS
Minggu, 17 Mei 2020 23:26 WIB
PASURUAN - PDP Corona Kabupaten Pasuruan yang meninggal bertambah tiga orang. Jumlah keseluruhan PDP yang meninggal 19 orang.

"Tiga PDP meninggal semua memiliki penyakit penyerta," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Minggu (17/5/2020).

Ketiga PDP meninggal yakni laki-laki umur 41 tahun warga Kecamatan Gempol, laki-laki umur 65 tahun warga Kecamatan Bangil dan perempuan umur 51 dari Kecamatan Tutur.

"PDP asal Gempol berstatus PDP sejak 3 Mei 2020 dengan keluhan pneumonia dan memiliki penyakit penyerta berupa HIV/AIDS. Tes swab pasien ini negatif," terang Anang.

Sedangkan PDP asal Bangil masuk ke RSUD Bangil sejak 6 Mei 2020 dengan keluhan batuk, sesak, pusing disertai sesak nafas. PDP ini hasil tracing dari petugas dengan status reaktif rapid test.

Sementara PPD asal Tutur merupakan pasien RS Prima Husada Singosari yang dirawat lantaran sesak nafas plus komorbit berupa stroke. Begitu mendapatkan informasi terkait meninggalnya warga ini, petugas dari Puskesmas Tutur langsung membawa jenazah menuju lokasi pemakaman di wilayah Tutur.

"Pemakaman ketiga PDP dilakukan dengan protap pasien COVID-19. Semuanya lancar. Alhamdulillah masyarakat sudah teredukasi sehingga tidak ada penolakan," pungkas Anang.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : detik.com
Kategori : Peristiwa, Politik

Loading...
www www