Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
19 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
Peristiwa
9 jam yang lalu
Longsor Terjang 5 Rumah dan 1 Musala di Sumbar, Juga Putuskan Jalan Provinsi
3
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
Peristiwa
9 jam yang lalu
Jalan Dipalang Warga, Proyek Tol Padang-Sicincin Terhenti
4
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Kesehatan
11 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
5
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
Politik
6 jam yang lalu
Jokowi Tandatangani PP Tapera, DPR: Rakyat Tambah Menderita
6
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Pasaman Barat
21 jam yang lalu
Kemenag Pasaman Barat Berdayakan KUA untuk Jelaskan Penundaan Berhaji
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Keroyok Begal hingga Tewas, 2 Orang Warga Serpong Dibekuk Polisi

Keroyok Begal hingga Tewas, 2 Orang Warga Serpong Dibekuk Polisi
Rabu, 13 Mei 2020 16:36 WIB
JAKARTA - Dua pelaku pengeroyokan pria asal Aceh Timur, Moh Basri, dibekuk polisi. Keduanya diketahui memukul bagian belakang kepala korban memakai tongkat T.

Sebelumnya disebutkan, Moh Basri pekerja sopir kargo diteriaki begal saat hendak beli rokok, dan dikeroyok warga hingga tewas. Namun, kepolisian menegaskan, bahwa yang bersangkutan itu begal motor jaringan Aceh.

Basri melakukan aksi begalnya di Perumahan Taman Crysant 2, Kelurahan Ciater, Serpong, pada Jumat 8 Mei 2020. Bersama dua orang temannya, Basri merampas motor warga.

Tetapi, pemilik motor melawan dan langsung meneriaki Basri maling. Mendengar teriakan itu, warga yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan. Basri lari dan ketangkap. Sedang temannya berhasil lolos.

Hal ini ditegaskan Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan. Menurutnya, pria asal Aceh Timur itu bukan korban salah sasaran. Melainkan benar seorang pelaku begal motor. "Kejadian berasal saat korban RI sedang di lokasi hendak mengendarai motornya. Tetapi tiba-tiba datang pelaku bersama seorang temannya mengapit korban, meminta paksa kunci motor," kata dia di Tangerang, Senin 11 Mei 2020.

Tidak hanya itu, Basri juga merebut kemudi motor dari tangan korban. Pada saat itulah, RI berteriak maling, begal, dan meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan itu langsung membantunya mengejar pelaku.

Basri lari ke arah tandon. Sedang dua orang temannya berhasil kabur naik motor. Warga pun berhasil mengejar langkah Basri dan menangkapnya. Tidak pikir panjang, warga langsung menghakimi Basri yang tertangkap.

"Kabar ini langsung beredar cepat. Kemudian datanglah pelaku A dan S, bersama dengan warga lainnya. Mereka memukul kepala belakang Basri memakai tongkat," jelasnya.

Aksi main hakim sendiri warga ini, dilakukan secara spontan, karena kesal dengan aksi begal motor yang sangat meresahkan. Apalagi, kawasan tersebut juga rawan maling motor dan warga banyak yang kehilangan.

Saat tengah menjadi bulan-bulanan itulah, Basri akhirnya diamankan petugas kepolisian dan langsung dilarikan ke RSUD Tangsel. Nahas, nyawanya akhirnya tidak tertolong.

Kematian Basri sebelumnya direspon beda oleh komunitas Aceh di Jakarta. Basri disebut sebagai korban salah sasaran, karena dari badannya tidak ditemukan benda tajam yang biasa dibawa oleh para pelaku begal motor.

Tetapi polisi menemukan sejumlah barang bukti pelaku begal dari tubuh Basri, seperti kunci Leter T yang biasa digunakan oleh para pelaku pencurian kendaraan bermotor.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Merdeka.com
Kategori : Peristiwa, Hukum

Loading...
www www